Rumdin Ketua DPRD Kota Magelang Diteror Bom

214
TEROR BOM MOLOTOV : Salah satu penjaga keamanan di rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Unang, menunjukkan bekas lemparan bom molotov di pintu garasi mobil (Agus Hadianto/radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Bom molotov dilempar dan meledak di Kota Magelang dengan dua lokasi yang berbeda pada Rabu (3/7/2019) malam pukul 21.25 WIB, yakni rumdin Ketua DPRD Kota Magelang Jalan Diponegoro nomor 55, Magelang Tengah dan Kantor Unit Laka Satlantas Polres Magelang Kota Jalan Ikhlas Magelang Selatan. Bom di rumdin Ketua DPRD Kota Magelang membakar pintu garasi dan menimbulkan warna gosong pada pintu.

Sedangkan kantor unit Laka Satlantas Polres Magelang Kota tidak sampai membakar apapun. Salah satu saksi mata yang juga petugas keamanan rumdin Ketua DPRD Kota Magelang, Didik Bachtiar, 52, Kamis (4/7/2019) mengatakan, saat kejadian, dirinya sedang duduk-duduk di teras depan rumah. Tiba-tiba dikejutkan dengan adanya kobaran api di bagian pintu garasi mobil.

Saat itu, menurut Didik, jam menunjukkan pukul 22.25 WIB dan dirinya lebih dahulu mendengar adanya sebuah ledakan kecil. “Saya mendengar suara duarrr. Terus ada kobaran api. Api besar membumbung. Saya lagi duduk di sini, tiba-tiba mendengar suara banter (keras, Red),” katanya.

Didik mengaku, saat itu dirinya sedang sendirian, sedang rekan jaga lainnya yaitu Bambang, sedang keluar entah ke mana. Penghuni rumah, Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno beserta istri dan satu anaknya, menurut Didik, sedang keluar kota.

Didik menuturkan, saat mendatangi lokasi bunyi ledakan dan api yang berkobar, dirinya langsung berusaha memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan air. Didik mengaku, dirinya tidak melihat atau mengetahui pelaku pelemparan.

“Saya padamkan api dengan air. Terus melapor pada polisi yang berjaga di Kantor KPU. Letaknya KPU kan disebelah. Baunya bensin. Terus ada pecahan kaca sama paku,” urainya.

Sementara, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kota Magelang, Wagiman, menyebutkan dirinya telah melihat rekaman CCTV dan menanyakan kejadian kepada petugas keamanan yang pada saat itu mendapat giliran jaga. Berdasarkan hasil rekaman CCTV yang berada di rumah dinas Ketua DPRD, menurut Wagiman, terekam jelas pelaku pelemparan menggunakan sepeda motor dan berboncengan tanpa menggunakan helm.

“Terekam di CCTV, ada sepeda motor berboncengan tanpa menggunakan helm. Hanya memakai tudung jaket, apa itu, jumper ya. Terus melempar ke dalam garasi. Melemparnya dari samping jalan arah atas (dari arah RS Gladiool). Terekam jelas pelaku kemudian kabur,” imbuhnya.

Wagiman menjelaskan, rumdin Ketua DPRD memiliki dua CCTV yang terletak di atas pos satpam dan di atas sudut rumah, persisnya di atas garasi mobil. Berkat kehadiran CCTV, menurut Wagiman, gambaran kejadian pelemparan bom molotov terekam jelas.

“Di dalam garasi hanya ada satu mobil, biasanya ada mobil dinas juga. Biasanya pak ketua memarkirkan mobil dinas dekat tembok. Misal garasi penuh, bisa jadi bom mengenai mobil dan bisa terbakar,” tandasnya. (had/lis)