Latih Motorik Anak Gangguan Spektrum Autisme dengan Zumba

166

JawaPos.com – Banyak orang keliru memahami Gangguan Spektrum Autisme (GSA) atau disebut juga sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD) sebagai penyakit. GSA atau ASD pada dasarnya merupakan suatu gangguan perkembangan kognitif yang berkelanjutan yang berarti akan berlangsung seumur hidup. Maka para orang tua harus memahami dan sabar dalam melatih kemampuan kognitif anak. Seperti melatihnya dengan seni hingga kelas zumba.

Pada dasarnya, GSA atau ASD mempengaruhi perkembangan kognitif (berpikir) dan berbahasa, keterampilan motorik dan sosial. Hal tersebut memperlambat kemampuan mereka. Setelah didiagnosis GSA atau ASD, seseorang tidak dapat sembuh sepenuhnya.

“Ketika anak-anak Anda didiagnosis menderita GSA atau ASD, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengajari mereka keterampilan dasar seperti berbicara, berjalan, dan lainnya, karena keterampilan motorik mereka cenderung tumbuh lebih lambat dari anak-anak lain. Selain itu, mereka kesulitan untuk fokus dan memiliki keseimbangan yang kurang baik,” kata Psikolog Rr. Finandita Utari M.Psi, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/7).

Dia menjelaskan anak-anak dengan GSA atau ASD biasanya menghadapi tujuh tantangan umum, yaitu kontak mata yang terbatas, komunikasi verbal dan non-verbal, keterampilan sosial, keterampilan motorik, keterlambatan bicara, perilaku berulang, dan kesulitan beradaptasi. Ada berbagai cara agar kondisi tersebut menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan berolahraga atau melakukan gerakan yang melatih koordinasi tubuh, mulai dari mata, tangan, kaki, dan sebagainya.

“Selain untuk kesehatan, kegiatan itu bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan keterampilan motorik, komunikasi, sosial, dan cara berpikir mereka. Suatu rutinitas dapat meningkatkan fokus, melatih kemandirian dan mengurangi hipersensitivitas mereka,” paparnya.

Latih dengan Zumba

Spesialis pendidikan Zumba atau yang resmi disebut Zumba Education Specialist (ZES) Olivia Febriani, menyarankan agar para orang tua mempertimbangkan kelas Zumba untuk anak-anak mereka dengan GSA atau ASD. Sebab, kegiatan tersebut menuntut mereka untuk mengikuti instruksi koreografi, menyelaraskan tubuh dengan musik, dan mengendalikan laju pernapasan.

Anak-anak dengan GSA atau ASD dapat memulai kelas Zumba dengan bergabung di Zumba Gold, yang dilengkapi dengan koreografi yang mudah untuk diikuti, berfokus pada keseimbangan, rentang gerak, dan koordinasi. Meskipun pada awalnya dirancang untuk orang tua, Zumba Gold terdiri dari gerakan intensitas yang jauh lebih rendah, sesuai untuk anak-anak penderita GSA atau ASD. Tentunya akan ada penyesuaian pada lagu dan gerakan, sehingga tidak dibutuhkan usaha keras.

Untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka, Olivia menyampaikan mereka juga harus mencoba kelas Zumba Kids karena mereka akan bertemu dengan anak-anak lain dan belajar cara berteman. Bergabung dengan kelas Zumba Kids dapat pula meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Terlebih lagi, bermanfaat untuk mengembangkan kepemimpinan, kerjasama regu, dan kepercayaan diri mereka.

“Setiap orang memiliki naluri musik di dalam diri mereka. Menggerakkan tubuh mereka sesuai ritme, merangsang indera dan koordinasi tubuh mereka. Selain itu, mendengarkan musik membuat mereka bahagia”, tutup Olivia.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani