Bom Molotov, Polisi Periksa Empat Saksi

279

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Aksi teror pelemparan bom molotov di dua lokasi, dibenarkan oleh Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi. Bahkan pihak Polres Magelang Kota terus mendalami kasus ini dan telah memeriksa rekaman CCTV dan memeriksa empat saksi.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Madhi Kamis (4/7/2029), membenarkan bahwa ada kejadian pelemparan botol berisi bahan bakar minyak di dua tempat, yakni Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang dan Kantor Laka Lantas.

“Tadi malam ada kejadian pelemparan botol berisi bahan minyak tanah di dua tempat. Di depan rumah Ketua DPRD Kota Magelang dan Kantor Laka Lantas,” tegasnya.

Idham menerangkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara di TKP, yakni di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang hanya mengenai pintu garasi dan terlihat ada bekas gosong terbakar. Sedangkan di Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota, menurut Idham, lemparan bom molotov tidak mengenai ruangan bagian barang bukti.

Idham memastikan bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk pula memeriksa rekaman CCTV yang berada di Rumah Dinas Ketua DPRD serta saksi-saksi.

“Masih dalam penyelidikan, kejadian sekitar jam 22.25 WIB. Saat ini, masih didalami sama penyidik. Kerusakan nggak ada. Belum tahu jenisnya,” paparnya.

Idham memastikan, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi baik kejadian di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang. Pemeriksaan, menurut Idham, untuk mengungkap pelaku pelemparannya.

Idham mengungkapkan, untuk kejadian pelemparan bom molotov di Kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang kejadian sekitar pukul 22.15 WIB.

“Saat ini, kita sudah memeriksa itu sekitar 4 saksi. Ya di dua lokasi tersebut Ya di dua lokasi, perkiraan waktunya ada jeda sedikit. Kita dalam penyelidikan. Belum, masih kita dalami, masih kita mencari informasi di lapangan, anggota sementara bekerja,” paparnya.

Saat disinggung apakah penyidik juga memeriksa CCTV, Idham menyebutkan bahwa semuanya yang ada hubungan akan dicari. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkap motif dan pelakunya.

Idham tidak berani berspekulasi bahwa antara TKP di Unit Laka dan Rumdin Ketua DPRD adalah pelaku yang sama atau berbeda. Menurut Idham, pihaknya akan bekerja keras mengungkap kasus ini.

“Ya, semuanya. Semua yang ada hubungannya akan kita cari, akan kita kumpulkan, semuanya supaya kita akan melakukan pengungkapan,” pungkasnya (had/lis)