Satpol PP Demak Segel Rumah Karaoke

355

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Hari ini, Rabu (3/7/2019) Satpol PP Pemkab Demak bersama tim dari kepolisian dan TNI melakukan eksekusi tempat karaoke diwilayah Kecamatan Demak Kota dan Kecamatan Wonosalam. Hari pertama eksekusi dengan cara penutupan dengan segel tersebut akan menyasar sejumlah lokasi karaoke di jalan Pemuda serta yang ada di jalan lingkar selatan Kota Demak. Untuk keperluan penyegelan itu, Satpol PP telah menyiapkan segel yang terbuat dari kawat. Kemudian, segel dari bahan kertas serta satpol line atau garis pembatas.

Kabid Penegakan Hukum Satpol PP, Adi Prabowo menegaskan, selain kesiapan teknis penyegelan, dalam eksekusi ini Satpol PP juga mengerahkan sebanyak 40 personel dibantu dari Polres Demak sebanyak 35 personel, Kodim 0716 Demak sebanyak 6 personel, serta petugas dari Pengadilan Negeri (PN), Kejaksaan Negeri (Kejari) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya. “Intinya, kita sudah siap untuk upaya penyegelan karaoke besok pagi (hari ini, red). Kita juga sudah melayangkan surat pemberitahuan terkait penutupan karaoke ini kepada pemiliknya,”ungkap Adi kemarin.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Satpol PP Ridhodin bernomor 331.1/269/VII/ 2019 tertanggal 1 Juli 2019 perihal pemberitahuan penutupan karaoke yang ditujukan kepada para pemilik karaoke disebutkan, bahwa penutupan dan penyegelan yang dilakukan mendasarkan pada Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha hiburan di Kabupaten Demak. Selain itu, berlandaskan pada surat teguran pertama, surat teguran kedua, dan surat teguran ketiga yang dilayangkan kepada pemilik karaoke.

Kemudian, juga mendasarkan pada hasil audiensi antara Bupati Demak HM Natsir, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto, Ketua Rois Syuriah PCNU Demak KH Zaenal Arifin Maksum, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Aminudin, Ketua MUI Demak KH Muhamad Asyiq,Ketua PC GP Ansor H Nurul Muttaqin, Komandan Banser Teguh Ali Irfan dan sejumlah alim ulama lainnya di Pendopo beberapa hari lalu.

Berikutnya, juga telah dilayangkan surat bernomor 331.1/271/2019 tertanggal 1 Juli 2019 perihal pemberitahuan pasca penutupan karaoke yang juga ditujukan kepada pemilik karaoke. Dalam surat ini, Kepala Satpol PP Ridhodin menyampaikan, bahwa setelah dilakukan penutupan karaoke, maka pemilik karaoke dilarang membuka atau merusak segel. “Jika diketahui saudara memutus, membuka atau merusak segel, maka akan kami laporkan ke pihak kepolisian dengan tindak pidana perusakan segl sesuai pasal 232 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan,”katanya.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Demak, H Nurul Muttaqin mengatakan, untuk membantu pengawalan eksekusi itu, pihaknya menyiapkan sekitar 200 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser). “Kita bersinergi dengan aparat berwenang. Yaitu, ikut menjaga keamanan pelaksanaan penutupan karaoke untuk hari ini dan seterusnya,”ujar Nurul kemarin. Dia berharap, eksekusi karaoke dapat berjalan lancar, aman dan terkendali. (hib/sas)