Global Qurban dari ACT Menyasar 50 Negara

22
Head of Marketing Communication (HOM) ACT Jateng, Giyanto (kanan) dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng), Sri Suroto dalam Philanthropy Gathering, di hotel UTC, Sampangan Semarang, kemarin, (29/6).

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Selepas Ramadan, tiba bulan Syawal semangat Aksi Cepat Tanggap untuk terus mengajak masyarakat lebih dermawan tidak pernah padam. Mengajak peran serta donatur, mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan insan media, ACT menggelar Philanthropy Gathering, di hotel UTC, Sampangan Semarang, kemarin, (29/6).

Terlebih, umat muslim sedunia akan menyambut momen hari raya Idul Adha 1440 Hijriah. Berjalan sejak tahun 2011 silam, Global Qurban (GQ) dari ACT terus berusaha meluaskan manfaat berkurban yang digulirkan secara masif dan luasnya demi sebanyak-banyaknya kebahagiaan kepelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng), Sri Suroto mengatakan ibadah kurban tidak hanya berhubungan dengan Allah SWT, tetapi juga berhubungan langsung dengan manusia. Dan Umat muslim mulai memahami pentingnya keluasan manfaat kurban demi maslahat yang lebih besar karena sejatinya menunaikan ibadah kurban menjadi salah satu momen bagi para muslim yang diberi nikmat rizki oleh Allah untuk berbagi hartanya lewat cara berkurban.

“Idul adha selalu dinantikan bagi saudara serba kekurangan, karena boleh jadi hanya pada momen inilah mereka bias mencicipi nikmatnya daging. Sementara bagi kaum berlebih harta sebagian rezekinya akan dikeluarkan untuk membeli hewan kurban sambil berharap pahala tidak berbatas dari Rabb semesta alam,” katanya.

Ditambahkan oleh Suroto, pelaksanaan GQ pada 2019 mengangkat tema “Dermawan Berqurban” dalam rangka mengajak dermawan untuk menunaikan ibadah kurban dan menghadirkan semangat dalam berkurban. “Dengan tema tersebut tentunya mengajak umat Islam untuk berkurban untuk kemaslahana umat,” tambahnya.

Head of Marketing Communication (HOM) ACT Jateng, Giyanto mengatakan seluruh rangkaian implementasi ibadah kurban melalui GQ menggambarkan makna berkurban. Pasalnya kurban itu sejatinya tidak hanya menjadi jalan meraih takwa tetapi juga menggerakkan umat untuk menebar manfaat.

Sehingga dengan begitu, muslim di Indonesia dan global dapat menjadikan Idul adha sebagai momen untuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama secara tersistematis, yang setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah sekaligus menebarkan kebaikan.

“Insya Allah, pahala qurban dapat pahala wakafnya juga mengalir terus-menerus dan berkelanjutan,”ungkapnya.

Dalam ibadah kurban, terdapat adanya simbiosis mutualisme antara pekurban dan penerima daging kurban. Sehingga, maslahat ibadah kurban pasti membuat siapa saja gencar berusaha untuk menunaikannya. Untuk para pekurban, mendapat kebaikan agar setiap dosa dapat diampuni.

“Sebab, hakikat penyembelihan hewan kurban sendiri untuk mengikis sifat buruk yang ada di dalam diri pekurban. Sementara, bagi mereka yang menerima daging kurban, maslahatnya adalah kenikmatan berhari raya,” imbuhnya.

Selain itu, dalam penyediaan hewan kurban, GQ melalui program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) menyerap banyak sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah. GQ melibatkan peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan qurban dengan standar yang berkualitas sehingga, roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi GQ terus bergerak.

“Insya Allah distribusi kurban di 2019 akan menyasar sampai 50 negara. Ekspansi distribusi ini menjadi bentuk aksi nyata terhadap krisis pangan yang tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga negara-negara muslim lainnya yang sedang dirundung krisis kemanusiaan,” pungkasnya. (hid/web/ap)