Dapat Rp 119 Miliar, Cabor Paralimpiade Ditarget Juara Umum ASEAN

1055

JawaPos.Com-Atlet paralimpiade akhirnya bisa menjalani pelatnas dengan tenang. National Paralympic Committee (NPC) sudah menekan nota kesepahaman (MoU) dengan Kemenpora di Media Center Kemenpora, Jakarta (24/6). Mereka menerima dana sebesar Rp 119 miliar untuk persiapan ASEAN Para Games dan Kulifikasi Paralimpiade 2020 mendatang.

Saat ini NPC sudah melakukan pelatnas di Solo. Namun, payung organisasi atlet paralimpiade tersebut harus menggunakan uang pinjaman alias utang. Nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. Itu, digunakan untuk akomodasi dan uji coba. ”Kalau dana dari Kemenpora bisa cair pekan depan, utang ini bisa segera dilunasi,” ungkap Ketua NPC Senny Marbun kemarin.

Dana tersebut memang lebih sedikit dari pengajuan awal, yakni Rp 199 miliar. Namun, kata Senny, jumlah yang mereka terima itu sudah cukup untuk bisa menaungi 16 cabor selama setahun.

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, NPC akan lebih leluasa menjalankan program untuk 300 atletnya. Program untuk ASEAN Para Games dan Paralimpiade juga berjalan bersamaan. Mereka menargetkan bisa menjadi juara umum dalam ASEAN Para Games yang berlangsung Januari 2020 mendatang.

Sedangkan untuk Paralimpiade, mereka ingin meraih emas. Melebihi capaian di Rio de Janeiro pada Paralimpiade 2016 lalu, ketika kontingen Indonesia meraih perunggu melalui cabor angkat berat dari Ni Nengah Widiasih. “Sekarang sudah ada pembuktiannya. Di badminton, kami juara umum dalam kejuaraan dunia,” jelas Senny.

Pekan lalu, skuad para badminton Indonesia memang menang banyak di Para Badminton International 2019 yang digeber di Dublin, Republik Irlandia. Leani Ratri Oktila dkk merebut lima gelar. Yakni dari tunggal putri SL4 (Leani), ganda putri SL-SU5, tunggal putra SU, ganda putra SU5, serta ganda campuran SL3-SU5. ”Tinggal kami jaga kemampuan atlet jangan sampai sakit atau cedera. Mudah-mudahan Tuhan mengizinkan,” harap Senny.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Ragil Putri Imalia