PGRI Minta Guru Dukung Skema Zonasi

151
DUKUNG ZONASI : Ketua PGRI Jateng, Widadi saat memberikan sambutan dalam kegiatan halal bihalal PGRI Jateng, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebagai induk organisasi guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng meminta agar para guru bisa mendukung sistem zonasi. Sistem penerimaan siswa baru dengan menggunakan zonasi menjadi sarana untuk menghilangkan paradigma sekolah favorit.

Ketua PGRI Jateng, Widadi mengatakan jika guru di Jateng harus mendukung skema zonasi yang dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah siap menghadapi rotasi sebagai langkah pemerataan kualitas pendidikan.

“Zonasi ini dimunculkan untuk menghapus paradigma sekolah favorit, untuk pemerataan pendidikan,” katanya usai halal bihalal PGRI Jateng di hadapan perwakilan pengurus PGRI Kabupaten dan Kota di Balairung Universitas PGRI Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan sebelumya, sistem yang diuji coba sejak tahun 2016 ini terus menjadi polemik hingga saat ini. Padahal sistem tersebut dibuat dengan tujuan yang bagus.

“Kenapa sampai saat ini menjadi polemik? Karena mengusik kenyamanan. Dulu yang biasa kumpul sesama anak berprestasi dan mampu, kini harus bercampur dengan yang lain,” imbuhnya.

Selain sistem zonasi yang digunakan untuk pemerataan pendidikan, dari sarana dan prasarana sekolah, sebaran guru pun harus dilakukan pemerintah. Guru yang punya kemampuan pendidik yang baik, tidak bisa berkumpul di satu sekolah sehingga perlu dilakukan rotasi dengan catatan masih dalam satu zona.

“Jangan mengedepankan ego, misalnya sudah enak disini tapi kok dipindah. Harus ada idealisme cita-cita sebagai guru ya harus siap mengajar di manapun. Guru itu kan tidak boleh memilih mengajar yang pintar saja,” tegas Widadi. (den/ap)

Editor: Agus AP