Hati-Hati Simpan Makanan Kaleng di Kulkas Bisa Terpapar Bahan Kimia

95

JawaPos.com – Memiliki kebiasaan menyimpan sisa makanan kaleng yang terbuka dalam kulkas ternyata tidak baik. Terlebih, sisa makanan di dalam kaleng, masih saja disimpan dalam waktu lama di dalam kulkas.

Dilansir dari Live Strong, Kamis (20/6), menurut laporan USDA Shelf-Stable Food Safety, sejauh ini aman untuk mendinginkan makanan sisa yang tidak terpakai dalam kalengnya. Namun, baik USDA dan Ahli Biologi di New Jersey Gitanjali Kundu setuju bahwa mentransfer makanan sisa pada wadah gelas atau wadah penyimpanan plastik dapat membantu menjaga kualitas dan rasa makanan.

Kundu merekomendasikan untuk selalu menyegel wadah. Jika tidak, maka bisa berisiko membuat sisa makanan tercemar kuman di udara, beberapa di antaranya mungkin membuat sakit.

“Ada potensi pembusukan makanan, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan,” tegasnya.

Lalu bagaimana kalau menyimpan sisa makanan tetap dalam kaleng?

Jika menyimpan makanan sisa dalam wadah kaleng, ada juga kekhawatiran tentang BPA dalam kaleng. Bisphenol A atau yang biasa disingkat dengan BPA adalah salah satu jenis bahan kimia yang terdapat dalam plastik dan lapisan kaleng makanan. Kundu menambahkan jika makanan masih di dalam kaleng bisa jadi tercemar aluminium dan timah.

“BPA, lapisan yang melapisi bagian dalam banyak kaleng, diperkirakan meniru estrogen dan mungkin terkait dengan perkembangan kanker,” ujarnya.

Hal itu juga terungkap pada sebuah studi Januari 2015 yang diterbitkan dalam Medicine, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia. Maka jika perlu pilihlah makanan kaleng yang bertuliskan bebas BPA.

Secara keseluruhan, Kundu menyarankan agar para ibu rumah tangga menghindari meletakkan kaleng dengan sisa makanan terbuka di lemari es.  “Anda harus memindahkan makanan dalam gelas atau wadah plastik dan tutup rapat untuk mencegah masuknya mikroorganisme,” saran Kundu.

Didinginkan atau tidak, perlu diingat barang kaleng sering kali dikemas dengan kandungan garam yang tinggi. Maka sebaiknya dibatasi konsumsinya.

“Seringkali, makanan kaleng mengandung bahan pengawet, dan beberapa sangat asin sehingga mendorong asupan natrium yang melebihi batas,” katanya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani