E-Learning, Sarana Pembelajaran Karyawan Masa Kini

Oleh ; Afifah Maulidina Fariyanto

79

MENYESUAIKAN dengan era digital, banyak hal yang sering dilakukan dengan sistem daring. Para karyawan yang ingin belajar meningkatkan kemampuannya dan pengetahuannya dalam bertugas, hal yang mereka lakukan adalah dengan mencari informasi melalui Google. Namun hal ini ternyata tidak efektif, ketika membuka mesin pencari Google, informasi yang masuk begitu banyak. Hal ini mempersulit mereka menemukan materi pembelajaran yang dibutuhkan dan malah berujung kebingungan.

Oleh karena itu e-learning dapat membantu dengan sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan berbagai metode yang dapat memudahkan karyawan mencari ilmu sesuai tuntutan dari perusahaan.
Cara untuk menggoperasionalkan e-learning juga tidak terlalu sulit. Karyawan hanya mengklik ke alamat situs BM (www .bankmandiri .co.id). Selanjutnya masuk ke program e-learning. Tentu, masing-masing karyawan dibekali nomor ID dan password khusus. Karyawan bisa memilih modul yang dibutuhkan, menyangkut berbagai hal tentang perbankan dan keuangan.
Hasil penelitian yang dilakukan pada karyawan BCA KACU Tangerang bahwa karyawan tersebut menghasilkan kinerja yang dikategorikan “Sangat Baik” dengan rata-rata 4,30 dimana interval sangat baik berada pada 4,20-5,0. Suatu studi oleh J.D. Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metoda e-learning meningkat sebanyak 25% dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional.

Agar para karyawan tidak bosan dengan sistem pembelajaran e-learning, maka diperlukannya beberapa langkah sebagai berikut. Perhatikan tujuannya. Identifikasi materi apa yang akan dipelajari karyawan, kemudian susun strategi pembelajaran dengan menyesuaikan kolpeksitas konten pembelajaran. Sehingga para karyawan yang hendak melakukan pembelajaran dengan mudah untuk paham pada materi yang disampaikan, ini disebut juga metode Microlearning.

Buat konten e-learning dengan ringkas dan mudah dipahami, Ditambah dengan konten yang menarik dengan warna-warni yang segar bila mata memandang. Hal ini agar para karyawan tidak cepat bosan dengan kalimat yang bertele-tele pada modul pembelajaran.

Perhatikan bahasa yang digunakan dalam modul. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak seolah-olah dibacakan oleh mesin. Disini kreatifitas dalam membuat konten yang menarik diuji. Langkah ini dapat menggunakan games, gambar, ilustrasi, cerita, atau lelucon.
Langkah yang terakhir, pastikan metode pembelajaran yang dibuat sudah benar. Perhatikan ejaan kata, kesalhan pengetikan, kesan dari ceritannya, tingkat ambiguitasnya. (*/zal)

Mahasiswa D III Akuntansi 2018 Politeknik Keuangan Negara STAN