Nonton TV Hingga Tertidur Pada Malam Hari Ternyata Bisa Bikin Gemuk

284

JawaPos.com – Tak jarang, ada orang yang melakukan kebiasaan menonton televisi sebelum tidur. Bahkan, tanpa disadari, seseorang sering tiba-tiba saja terlelap meski televisi masih dalam kondisi menyala.

Tapi tahukah Anda kalau cahaya televisi pada malam hari bisa menaikkan berat badan?

Sebuah studi terbaru menemukan fakta bahwa tidur dengan TV menyala dapat membuat berat badan bertambah. Dilansir dari People, Rabu (19/6), penelitian yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine dan dipimpin oleh National Institutes of Health, mengamati hubungan antara cahaya buatan di kamar tidur dan penambahan berat badan dari waktu ke waktu.

Para peneliti menanyakan apakah para responden terbiasa tidur tanpa cahaya, cahaya malam kecil di ruangan, cahaya di luar ruangan (seperti lampu jalan atau lampu mobil), dan cahaya televisi di dalam ruangan. Mereka juga mencatat tinggi dan berat masing-masing peserta selama penelitian.

Cahaya televisi saat tidur memang bisa memengaruhi kualitas tidur. Bahkan memengaruhi hormon nafsu makan. (VLADIMIR GODNIK/ GETTY)

Hasilnya, sebanyak 17 persen para pencinta televisi saat tidur mengalami kenaikan berat badan hingga 5 kg. Sebanyak 13 persen bobotnya naik 10 kg atau lebih. Sedangkan, 22 persen sudah pasti kelebihan berat badan dan 33 persen lebih berpeluang mengalami obesitas. Sementara cahaya lampu di dalam ruangan tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan.

Lalu, kenapa cahaya televisi bisa memengaruhi berat badan?

Cahaya televisi sendiri memang bisa memengaruhi kualitas tidur. Bahkan memengaruhi hormon nafsu makan, yang dapat menyebabkan makan berlebih hingga metabolisme yang melambat. Terlebih aktivitas fisik jadi lebih rendah saat hendak tidur.

“Maka masuk akal untuk menyarankan orang agar tidak tidur dengan lampu menyala,” kata penulis Dr. Yong-Moon Park, ahli dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan.

Peneliti juga menunjuk cahaya dari smartphone, komputer, tablet, dan e-reader sebagai pemicu lainnya. Demi alasan kesehatan, tidur tanpa cahaya akan lebih baik.

“Secara evolusi kita seharusnya tidur di malam hari, di tempat gelap,” kata Dale Sandler, Kepala Cabang Epidemiologi NIEHS kepada USA Today.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah