Argentina vs Paraguay: Perlu Belajar dari Kesalahan Jorge Sampaoli

72

JawaPos.com – Argentina menempati posisi dasar klasemen grup B Copa America 2019. Itu adalah konsekuensi dari kekalahan 0-2 oleh Kolombia pada matchday pertama (16/6). Situasi tersebut memberikan tekanan besar dan target wajib menang kepada Argentina dalam matchday kedua melawan Paraguay di Estadio Mineirao Kamis pagi WIB (20/6).

Apabila kembali menelan kekalahan, kans Lionel Messi dkk lolos ke perempat final semakin sempit. Terlepas masih ada ’’tiket cadangan’’ melalui dua slot via peringkat ketiga terbaik.

Tekanan pun dialami skuad Argentina saat ini. Sebagaimana diberitakan Clarin kemarin (18/6), suasana latihan La Albiceleste muram pasca kekalahan oleh Kolombia. Media-media dari Negeri Tango pun tidak banyak menanyakan perubahan apa yang dilakukan pelatih Lionel Scaloni jelang melawan Paraguay demi menjaga mood tim.

Dalam pantauan Clarin, ada dua nama yang berlatih terpisah. Masing-masing gelandang serang Roberto Pereyra (Watford) dan winger kiri Marcos Acuna (Sporting Lisbon). Dua pemain itu hanya duduk di bangku cadangan saat matchday pertama. Khusus Pereyra, Scaloni menunggu lampu hijau dari dokter tim perihal kondisi otot paha pemain 28 tahun tersebut.

Bersama Rodrigo De Paul (Udinese), Pereyra dan Acuna merupakan plan B bagi Scaloni seandainya sektor serangan Argentina dari sisi kiri macet. Angel Di Maria jauh dari performa terbaiknya saat melawan Kolombia. Bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu pun hanya bermain di babak pertama karena diklaim bermasalah dengan kebugaran.

Soal rotasi pemain atau formasi yang dipakai pun menjadi isu hangat di skuad Argentina untuk menghadapi Paraguay. Tapi, Scaloni yang menjadi asisten Jorge Sampaoli pada Piala Dunia 2018 tak ingin mengulang kesalahan pendahulunya.

Kala itu, setelah bermain seri 1-1 melawan Islandia pada laga pembuka grup D (16/6/2018, maka pada laga kedua kontra Kroasia (22/6/2018), Sampaoli secara radikal mengubah formasi. Dari 4-2-3-1 menjadi 3-4-2-1.

Hasil perubahan itu sama sekali tak menggembirakan. Juara dunia 1978 dan 1986 tersebut dihajar Luka Modric dkk dengan tiga gol tanpa balas. Argentina pun beruntung lolos dari fase grup seiring kemenangan susah payah 2-1 pada laga terakhir grup melawan Nigeria (27/6/2018). Saat menang atas Nigeria, Argentina kembali memakai formasi empat bek (4-4-2).

Scaloni seperti ditulis ESPN Deportes meyakini Argentina masih bisa lolos ke babak selanjutnya. Pelatih 41 tahun itu melihat kans menang timnya cukup besar dalam dua laga tersisa grup B ini. ’’Secara performa, pemain saya bermain bagus,’’ katanya.

Pelatih yang baru menjalani sepuluh laga bersama Argentina tersebut menambahkan, kalaupun ada perubahan starting XI pada matchday kedua, hal itu berdasar kebutuhan untuk mengantisipasi lawan. ’’Jadi, bukan karena hasil (kekalahan, Red) di laga sebelumnya,’’ tambah Scaloni.

Eks penyerang La Albiceleste Hernan Crespo dalam wawancara dengan TyC Sports menyatakan, Scaloni tak perlu takut merotasi pemain. Khususnya memecah lini depan timnya. Sergio Aguero memang bersahabat dengan Lionel Messi. Tapi, saat melawan Kolombia, Aguero hanya membuat satu tembakan. Itu pun off target dalam 79 menit penampilannya di lapangan. ’’Pelatih memegang kewenangan tertinggi tentang siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Jika memang (Lautaro) Martinez, (Paulo) Dybala, dan (Matias) Suarez dibutuhkan tim, mereka seharusnya diturunkan,’’ ucap Crespo.

Legenda Argentina yang baru saja melepas posisi kepelatihan di klub kasta kedua Meksiko, Club Dorados, Diego Maradona, lebih keras mengkritik performa Messi dkk. ’’Bahkan, tim seperti Tonga bisa mengalahkan Argentina saat ini,’’ kritiknya.

Tonga adalah tim dengan ranking FIFA 202 saat ini. Tonga pernah dipermak Australia dengan skor 0-22 dalam kualifikasi Piala Dunia 2002 zona Oseania (9/4/2001).

Perkiraan Pemain

Argentina (4-3-3): 1-Armani (g); 4-Saravia, 17-Otamendi, 6-Pezzella, 3-Tagliafico; 20-Lo Celso, 18-Rodriguez, 5-Paredes; 10-Messi (c), 9-Aguero, 16-De Paul

Pelatih: Lionel Scaloni

Paraguay (4-2-3-1): 12-Fernandez (g); 5-Valdez (c), 4-Balbuena, 13-Alonso, 18-Arzamendia; 16-Ortiz, 8-Rojas; 11-Iturbe, 23-Almiron, 10-Gonzalez; 7-Cardozo

Pelatih: Eduardo Berizzo

Wasit: Wilton Sampaio (Brazil)

Stadion: Mineirao, Belo Horizonte

Kickoff: Kamis (20/6) pukul 07.30 WIB

Asian Handicap 0:1 ¼