Mengapa Zidane Begitu Menginginkan Pogba Bergabung Real Madrid?

253

JawaPos.com – Eden Hazard sudah dimiliki Real Madrid. Sebelumnya klub berjuluk Los Galacticos itu merekrut Luka Jovic, Rodrygo, Eder Militao, dan Ferland Mendy. Apakah masih ada bintang besar yang dihadirkan ke Santiago Bernabeu? Kalau melihat gelagat pelatih Zinedine Zidane, tentu saja masih.

Bukan rahasia lagi apabila Zidane menginginkan Paul Pogba dan Kylian Mbappe masuk dalam tim asuhannya. Bukan hanya karena sesama orang Prancis, melainkan karena secara kualitas, keduanya adalah bintang saat ini. Usianya juga masih sama-sama muda. Pogba berusia 26 tahun dan Mbappe 20 tahun.

Mengapa Zidane sangat menginginkan Pogba? Menurut legenda sepak bola Prancis itu, Pogba berbeda dan menjadi pembeda. ”Pogba adalah gelandang yang bisa menyerang, bertahan, dan membangun serangan. Dia sangat unik,” ujar pria yang memenangi pemain terbaik dunia tiga kali tersebut kepada Marca.

Kebetulan, Pogba juga telah mengirim sinyal ingin pergi dari Manchester United. Pemain yang ikut membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu juga pernah menyatakan keinginan menjadi pemain terbaik dunia. ”Ya, itu tujuan saya,” katanya saat diwawancarai media FIFA.

Tentu saja, Manchester United yang sedang limbung dalam beberapa tahun terakhir ini belum cukup untuk membawanya ke level itu. Lagipula, sejarah menunjukkan Real Madrid memang seringkali menjadi rumah bagi para juara. Para terbaik dunia.

Sekarang, kita ulas mengapa Pogba begitu diinginkan Zidane. Jawabannya sebenarnya sudah ada di atas. Dia gelandang yang lengkap. Musim ini, berdasarkan catatan Whoscored, Pogba bermain di empat posisi berbeda. Semuanya bisa diperankan dengan baik.

Musim lalu dia paling sering dimainkan sebagai gelandang box-to-box serta menyumbangkan 10 gol dan delapan assist. Bermain 10 kali sebagai gelandang bertahan dan mencetak dua gol. Saat digeser ke depan sebagai gelandang serang, dia empat gol dan dua assist dari empat pertandingan. Pernah juga sekali dia dimainkan sebagai gelandang kiri.

Nah, kemampuan Pogba itu diyakini akan membuat lini tengah Real sangat tangguh dan variatif. Apalagi, saat ini Luka Modric tak lagi muda. Kalau dimainkan sebagai gelandang serang, Pogba punya visi dan umpan panjang serta pendek yang akurat.

Selain itu, sulit sekali menebak arah umpan Pogba. Dalam beberapa kesempatan seringkali lawan terkecoh karena posisi badannya seolah akan umpan panjang lambung, eh ternyata malah mendatar. Dia juga bisa melepas passing dengan baik memakai bagian dalam dan luar kaki. Angle passingnya sulit diterka.

Satu lagi yang unik dari Pogba adalah caranya menggiring bola. Biasanya gaya itu disebut gambetta. Gaya ini tentang menguasai bola dalam jarak yang dekat dengan kaki dan menunggu lawan akan melakukan tekel atau merebut bola. Begitu lawan melakukan aksinya, dia langsung mengubah arah. Terkecohlah lawan.

Namun, ketika menjadi gelandang bertahan, Pogba bukan tipe yang hobi tekel. Bahkan, dia termasuk gelandang bertahan bertahan dengan kemampuan tekel medioker. Dia punya cara berbeda. Saat jadi gelandang bertahan, dia lebih suka membayangi lawan, menunggu lengah, dan saat lawan tertekan bola sudah berpindah kaki.

Dengan kemampuan Pogba, maka tidak ada alasan bagi Zidane untuk tak mengemis ke Presiden Real Madrid Florentino Pérez agar kembali membakar duit. Dan, dengan situasi di Manchester United saat ini, tidak ada alasan bagi Pogba untuk terus bertahan. Ini transfer yang ideal. (*)

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Mohammad Ilham