70 Persen Pelanggan PLN Sudah Prabayar

258
HALAL BIHALAL: General Manager PT PLN UID Jateng-DIY Agung Nugraha (paling kiri) tengah berbincang-bincang dengan para sesepuh PLN. (tya/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pelanggan listrik PLN saat ini lebih memilih untuk menjadi pelanggan prabayar. Ini karena dengan menjadi pelanggan listrik prabayar lebih hemat, dan dijamin listrik tidak akan diputus.

Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan Haris, di sela-sela acara halal bi halal di kabtor PT PLN UID Jateng dan DIY, Senin (17/6) kemarin mengatakan saat ini jumlah PLN UID Jateng-DIY 70 persen merupakan pelanggan prabayar. Sedangkan sisanya 30 persen pelanggan paska bayar.

“Kami berharap, pelanggan PLN seluruhnya akan menjadi pelanggan prabayar. Ini karena menjadi pelanggan prabayar lebih hemat, dan listrik tidak akan diputus bila terlambat melakukan pembayaran tagihan listrik,” tambah Haris.

Dijelaskan untuk pelanggan paska bayar yang terlambat melakukan pembayaran tagihan, oleh PLN akan disarankan untuk menjadi pelanggan prabayar, sehingga listrik tidak akan diputus.

Sementara itu untuk program Lebaran hingga 31 Juni 2019, PLN masih memberikan dIskon 50 persen untuk tambah daya. Program PLN ini mampu mendorong 30-40 persen pelangan listrik PLN untuk melakukan tambah daya.

Sementara itu mengantisipasi musim kemarau. PLN secara rutin ajan melakukan pemantapan pemeliharaan jaringan. Khusus musim kemarau masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan listrik. Sebaliknya justru dimusim penghujan yang perlu diwaspadai, karena pada musim penghujan rawan terhadi pemutusan sambungan listrik akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Sedangkan untuk tunggakan listrik, pada semester satu tahun ini tidak ada tunggakan atau nihil. Ini karena sebagian besar masyarakat sudah menggunajan listrik prabayar.

“Kami berharap masyarakat yang belum beralih ke prabayar, dapat segera mengganti dengan layanan prabayar yang lebih hemat,” tutup Haris. (tya/svc/ap)

Editor: Agus AP