520 Orang Balik Gratis ke Kalteng Bersama Semen Gresik

326

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ratusan peserta “Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik” di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, mulai diberangkatkan menuju Kalimantan Tengah. Ratusan peserta kegiatan yang merupakan bagian dari progam “Mudik Bareng BUMN 2019” ini dilepas langsung Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifuddin.

“Tahun ini kuota yang disediakan Semen Gresik 520 kursi kapal laut. Rinciannya, 270 peserta tujuan Sampit, Kotawaringin Timur dan 250 peserta tujuan Kumai Kotawaringin Barat. Peserta tujuan Sampit diberangkatkan siang dengan KM Leuser. Sedang peserta tujuan Kumai dilepas Minggu (16/6) malam.

Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifuddin dalam siaran persnya kemarin mengatakan kegiatan mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang baik karena bisa menjadi wadah silaturahmi massal antarsesama,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan mudik ini tak hanya membutuhkan fisik prima saja, namun juga keuangan yang cukup. Sebab pergeseran yang dilakukan tak hanya antarkota saja, namun juga bisa antarprovinsi bahkan antarpulau. Tentu saja hal ini membutuhkan biaya. Dan biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar selama mudik ke kampung halaman atau balik ke tempat perantauan.

Mukhamad Saifudin menambahkan pihaknya mendukung hajat tahunan masyarakat ini melalui progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik. Progam ini hasil kerjasama sinergis dengan PT Pelni Cabang Semarang dan PT Pelindo III.

“Seluruh biaya Progam Balik Lebaran Gratis ini ditanggung Semen Gresik. Peserta juga dibekali dengan makanan ringan, obat-obatan, kaos, topi, dan juga asuransi. Moda transportasi yang digunakan juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan sehingga peserta aman dan nyaman di perjalanan,” kata Mukhamad Saifudin, disela sela melepas pemudik kembali ke daerahnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Usaha PT Pelni OS Sodikin; GM Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PT Pelindo III) Faris Haryoso dan jajarannya serta ratusan peserta dan keluarganya.
Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik diminati warga Jawa Tengah.

“Mereka tak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Rembang saja, namun juga kabupaten/kota lain di provinsi ini. Seperti Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, Boyolali, Pati, Rembang dan lainnya,” tambahnya.

Salah seorang peserta bernama Haris Hermansyah (31), warga Desa Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara, bersama enam rekan sedesanya merasa terbantu dengan progam Balik Lebaran Bareng Semen Gresik.”Saya dan teman-teman bekerja di perusahaan sawit yang ada di Sampit. Lumayan bisa menghemat ongkos perjalanan,” ujar Haris.

Pernyataan serupa juga disampaikan Kharis Tihson (34), warga Desa Sokowangi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Ia bersama istri dan dua anaknya pergi ke Sampit setelah selama berlebaran di kampung halaman. “Saya bekerja sebagai tukang bangunan di Sampit. Kegiatan ini sangat membantu terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah seperti saya,” tutur Kharis.

Hal senada juga dikatakan Sungarwiningsih (54), warga Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang juga berpendapat sama. Ia merasa terbantu dengan progam ini.
Selama 20 tahun terakhir, Sungarwiningsih tinggal di Kumai. Di tempat perantauan, ia hanya tinggal dengan seorang anaknya. Sebab suaminya sudah lama meninggal dunia. Sehari-hari Sungarwiningsih berjualan di Pasar Kumai. Meskipun hasilnya tak pasti, namun hasil jualan itu menjadi penopang utama hidup keluarga Sungarwiningsih.

“Tiket balik saja harganya berkisar antara Rp350 ribu – Rp500 ribu per orang. Makanya saya bersyukur sekali ada Progam Balik Lebaran gratis PT Semen Gresik,” ungkap janda tua ini.
Sutami (60), warga Dolo Sranten Kecamatan Karanggede Boyolali berharap Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik rutin dilaksanakan tiap tahun. Sutami mengaku empat tahun terakhir tidak pulang kampung karena persoalan biaya. Dan tahun ini, setelah mengumpulkan uang, ia mudik ke Boyolali bersama anak, menantu dan dua cucu.
“Kalau tahu ada progam seperti ini mungkin tiap tahun bisa pulang kampung. Karena sekali pulang total uang yang harus disiapkan bisa jutaan,” tukas Sutami.
Sementara itu, Ahmad Musafik Desa Mangunrejo Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo berharap tiap tahun kuota peserta juga ditambah. Tujuannya agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaat kegiatan ini.
Musafik pergi ke Sampit bersama istri dan dua anaknya. Keluarga ini tinggal di Desa Tehang Kecamatan Parenggean Sampit. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, Musafik bekerja di perusahaan sawit di Sampit.
“Pekerja sawit banyak yang berasal dari Jawa. Kalau kuota peserta bisa ditambah pasti akan ada lebih banyak orang yang terbantu berkat Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik ini,” tandas Musafik.(tya/svc)