Mundur dari Komite Wasit PSSI, Purwanto Rahasiakan Alasannya

27

JawaPos.com – Di tengah banyaknya kinerja wasit yang kontroversial, PSSI kembali mendapatkan masalah internal. Komite Wasit PSSI kehilangan satu anggotanya, yakni Purwanto, yang resmi mundur.

Purwanto menyatakan mengirimkan surat pengunduran diri kepada Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha pada 10 Juni lalu. “Ya, saya sudah resmi mundur,” katanya kepada Jawa Pos.

Ditanya alasan mengundurkan diri dari Komite Wasit, Purwanto memilih merahasiakannya. Yang jelas, dia sudah tidak lagi mengurusi perwasitan di PSSI. Terutama masalah evaluasi kinerja wasit. “Semoga lebih baik ke depan,” harapnya.

Mundurnya Purwanto bisa jadi merupakan kehilangan bagi PSSI. Sebab, pria yang pernah menjadi salah seorang wasit terbaik nasional itu punya pengalaman banyak di bidang perwasitan. Saat Edy Rahmayadi menjadi ketua umum PSSI, perannya sebagai evaluator wasit tak tergantikan.

Sejak kompetisi musim 2017 hingga beberapa pekan awal Liga 1 2019, Purwanto menjadi satu-satunya orang yang melakukan evaluasi kinerja wasit. Dia memiliki kewenangan untuk mengistirahatkan wasit yang dinilai berkualitas buruk.

Bahkan, pada awal musim Liga 1 2019, Purwanto adalah tokoh kunci dalam seleksi wasit. Dia juga punya peran dalam meningkatkan kualitas wasit yang memimpin kompetisi Liga Indonesia. “Tapi, saya tidak pernah punya peran menugaskan wasit lho ya, peran saya hanya evaluasi,” ucapnya.

Jauh sebelum itu, pada 2007, wasit berlisensi FIFA tersebut sudah diminta masuk Komite Wasit. Padahal, saat itu dia baru saja pensiun.

Dengan mundurnya Purwanto, Komite Wasit hanya menyisakan dua anggota, yakni Nasrul Koto dan Yesayas Leihitu. Sumber internal PSSI kepada Jawa Pos menyebutkan, Purwanto mundur karena sudah tidak sejalan dengan visi dan misi PSSI. “Orangnya itu jujur, sekarang coba pikir sendiri, orang sebaik itu memilih mundur. Berarti memang ada yang tidak beres, kan?” kata sumber Jawa Pos.

Ketegasan dan kejujuran seorang Purwanto dibenarkan wasit berlisensi FIFA asal Indonesia, Thoriq Alkatiri. Dia tidak segan menyebut Purwanto legenda wasit Indonesia. “Saya dekat dengan beliau. Kami saling jumpa. Kan beliau anggota Komite Wasit. Sering sharing tentang perwasitan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha menolak anggapan bahwa mundurnya Purwanto akibat kecewa pada PSSI. Dia menyebutkan, PSSI sudah bekerja untuk kebaikan sepak bola Indonesia. “PSSI itu juga seperti perusahaan lain yang sudah maju, jadi tidak mungkin kami melakukan hal seperti itu. Jangan berimajinasi, itu pasti tidak benar,” tuturnya.

Tisha menyatakan, PSSI mengambil langkah lanjutan kepada wasit-wasit yang terkena evaluasi dari Purwanto. Bahkan, ada yang tidak dipakai untuk memimpin pertandingan. “Kalau ada sanksi, kami juga sanksi. Ada beberapa yang kami bawa ke Komite Disiplin,” ujarnya.