AGBSI Gelar Lomba Kritik Sastra Karya Denny JA

273

JawaPos.com – Asosiasi Guru Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia (AGBSI) kembali menyoroti soal pro dan kontra kelahiran puisi esai. Karena itu organisasi para pendidik di tingkat SLTA dan SLTP itu menginisiasi lomba kritik sastra puisi esai.

Salah satu tujuannya adalah untuk menggairahkan pemahaman sastra para guru, dan mengajak masyarakat memahami isu sosial melalui sastra. Karena itu, lomba ini terbuka bagi semua guru bahasa dan guru sastra di semua tingkatan, baik SMP atau SMA.

Lomba itu berhadiah total 57 juta rupiah. Dan akan ditutup tanggal 20 Juni 2019. Buku yang dikritik sengaja dipilih karya pelopor puisi esai itu sendiri, yakni Denny JA. Empat karya sastranya menjadi topik lomba untuk dikritik, pertama ‘Atas Nama Cinta’. Puisi esai ini berkisah soal aneka diskriminasi dalam sejarah Indonesia. Kedua, ‘Kutunggu Kau di Setiap Kamisan’, buku ini tentang aksi kamisan di seberang istana yang mencari keluarga hilang.

Ketiga, ‘Jiwa Yang Berzikir’ sebuah buku yang bercerita soal pencarian identitas dengan konteks 30 Juz Al-Quran. Terakhir, ‘Roti untuk Hati’. Ini kumpulan renungan filsafat hidup.

Beberapa karya puisi esai Denny JA telah pula difilmkan untuk film pendek pendidikan oleh sutradara Hanung Brahmantyo.

“Saya menyambut baik lomba ini. Saatnya puisi esai juga menjadi kajian kritik sastra. Sejak lima tahun terkahir, sudah terbit hampir seratus buku puisi esai yang ditulis oleh ratusan penulis dari Aceh, hingga Papua, bahkan Mancanegara,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Selama ini, Denny JA juga dikenal sebagai konsultan politik yang acap mendapat penghargaan, namun juga seorang inovator dan penulis puisi esai yang produktif. Sejumnlah karyanya sempat dibahas di Malaysia.

“Kebetulan ada buku juga dari seminar di Malaysia itu dan sudah terbit,” imbuhnya