BUMP Tingkatkan Posisi Tawar Petani Demak

382

RADARSEMARANG.ID-DEMAK, Tanaman padi masih menjadi komoditas utama dalam swasembada pangan di Kabupaten Demak. Karena itu, untuk menjaga kestabilan harga diperlukan lembaga ekonomi yang kuat di tingkat petani.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Ir Wibowo saat launching Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Tasbiha Mulia Tani di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Gajah Selasa (11/6).
Menurutnya, BUMP merupakan lembaga usaha berbadan hukum yang mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani. Lembaga ini dijalankan secara korporasi yang berorientasi keuntungan untuk mendorong kemandirian petani. Untuk itu, pihaknya sangat apresiatif atas proyek tersebut. “Kita berharap BUMP yang sudah terbentuk dapat dijalankan dengan baik,”katanya.
Dengan berdirinya BUMP, lanjut Bowo, petani dapat menjual produk pertanian via online yang tentunya harga dibuat oleh BUMP. “Petani akan memiliki posisi tawar yang kuat karena yang menentukan harga adalah petani sendiri. Harga beras biasanya Rp 9 ribu bisa menjadi Rp 18 ribu per kg,” katanya.
Ia menambahkan, harga beras bisa lebih mahal dengan kemasan vakum yang menarik sehingga meningkatkan nilai jual. “Saat ini masyarakat sudah cerdas dengan mengkonsumsi beras yang lebih sehat. Masalah harga menjadi pertimbangan berikutnya. Tentunya dengan kemasan menarik harga juga akan lebih tinggi sehingga kesejahteraan petani juga akan lebih baik,” ujar Bowo.

Direktur PT Tasbiha Mulia Tani Ir Heri Sugihartono menjelaskan, ada empat varian beras yang diproduksi oleh PT tersebut. Diantaranya, beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras genki. Masing-masing varian tersebut memiliki manfaat untuk kesehatan. “Beras organik yang dijual dengan harga mulai Rp 18 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogramnya ini mempunyai manfaat besar untuk kesehatan karena mengandung anti oksidan dan berkadar gula rendah,”kata Heri.

Selama proses produksi pihaknya melibatkan sekitar 80 petani. “Produk kami didistribusikan di Demak dan sekitarnya dan permintaan paling banyak saat ini dari Jakarta,”katanya.(hib/sas)