Petakan Potensi Daerah, Optimalkan Sektor Industri

377
INVESTASI: Wakil Gubernur Jateng bersama DPMPTSP Jawa Tengah terus berupaya menarik investor ke Jateng. (IST)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah terus melakukan inovasi untuk menarik investor dan meningkatkan daya saing. Salah satunya dengan terus mengoptimalkan semua potensi setiap daerah di 35 kabupaten/kota se Jateng. Pemprov bahkan turun langsung dengan memetakan potensi daerah. Langkah yang cukup efektif mengingat potensi antara satu daerah dengan daerah lain jelas b erbeda dengan ciri khas lokalitas masing-masing.

Sektor industi merupakan salah satu sektor yang terus digali di sejumlah daerah. Sebab, selama ini sudah cukup terbukti bisa mendongkrak dan bisa menarik investor. Tidak hanya itu, sektor tersebut juga lebih banyak menyerap tenaga kerja sehingga bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah. Dengan begitu, potensi di masing-masing daerah benar-benar bisa tergarap dengan maksimal sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

Diakui atau tidak, dalam beberapa tahun terakhir, Jateng memang menjadi magnet yang kuat bagi para pelaku investor. Semua itu terbukti dengan realisasi investasi yang terus merangkat naik. Tahun 2018 bahkan, Investasi yang masuk Jateng mencapai Rp 59,2 triliun. Jumlah tersebut jauh melampaui target yang sebesar Rp 47,1 triliun dan meningkat dibandingkan tahun 2017.

Menggarap sektor industri juga bukan tanpa alasan, hal itu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023. Dimana salah satu poinya adalah Pemprov Jateng harus terus melakukan optimalisasi terhadap kawasan industri yang sudah ada di Jawa Tengah. Sebab, jika hal itu dilakukan dengan maksimal, maka keberadaan sejumlah kawasan industri yang sudah ada, akan bisa lebih optimal dalam mempercepat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

“Sektor industri masih bagus dan akan terus digarap maksimal. Ini sebagai salah satu upaya untuk menarik investor di di Jawa Tengah,” kata Kabid Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Intan Tri Negari.

Optimalisasi kawasan industri juga akan terus dikebut di Jateng. Tentunya dengan tetap mempertahankan kultur atau potensi masing-masing daerah di Jawa Tengah. Di Kota Semarang misalnya ada perluasan kawasan industri sebagai salah satu upaya untuk menarik para investor. Selama ini Jateng menjadi incaran, karena lokasi cukup strategis dan masih memiliki potensi besar di sektor industri tersebut. “Selain itu daerah Demak dan Kendal juga sudah berkembang industinya. Karena sudah banyak investor yang masuk,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan investasi, Jateng juga terus memeratakan dan mengajak kabupaten/ kota melaporkan realisasi izin daerah yang dapat mendongkrak investasi. Artinya, daerah didorong untuk bisa terus berinovasi sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan. Karena bagaimanapun daerah harus berperan langsung, karena mereka yang mengetahui potensi besar yang ada di daerah masing-masing. “Sektor industri harus digarap maksimal, dan sudah ada lokasi-lokasi pengembangannya di setiap daerah,” tambahnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah salah satu poinnya adalah Pemprov Jateng harus terus melakukan optimalisasi terhadap kawasan industri yang sudah ada di Jawa Tengah. Bahkan tertuang di Raperda RPJMD Provinsi Jateng,  Pemprov Jateng akan membangun empat kawasan industri baru yakni di Kabupaten Brebes, Rembang, Kebumen, dan Cilacap.

Rencana Pemprov Jateng untuk membuat empat Kawasan industri baru tersebut patut diapresiasi.  Terlebih dalam lima tahun ke depan masa pemerintahan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin ini, pembuatan empat Kawasan industry baru itu menjadi program unggulan Pemprov. Fokus pemerintah Ganjar- Yasin berbeda dengan fokus saat pemerintahaan Ganjar- Heru. Kalau periode pertama Ganjar Pranowo fokus bidang infrastruktur publik, sekarang lebih fokus ke perekonomian dan industri.

“Pengembangan kawasan ini tentu bagus, tetapi juga harus diimbangi dengan program konkret yakni melakukan optimalisasi terhadap kawasan-kawasan industri yang lama di Jateng,” kata Anggota Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023, H Ferry Firmawan.

Ia menambahkan, saat ini Jateng sudah ada beberapa kawasan industri, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang, Kawasan Industri Candi (KIC) Semarang, Kawasan Industri BSB di Semarang, Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS) Demak dan Kawasan Industri Kendal (KEK) di Kendal. Kawasan-kawasan industri itu sudah beroperasi, namun demikian ke depan peran serta dari Pemprov Jateng untuk optimasilasi tetap harus dilakukan. “Bagi HKI (himpunan Kawasan industri) keberadaan kawasan industri itu adalah sebagai sebuah infrastruktur, karenanya pemprov harus selalu berperan dan tidak lepas tangan,” tambahnya. (miftahul.a’la/ap)

Editor : Agus AP