Mereka Tak Tahu Malu dan Tak Punya Harga Diri!

1055

JawaPos.com – Legenda bulu tangkis Indonesia Rudy Hartono tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya kepada para atlet-atlet bulu tangkis Indonesia pasca kekalahan mereka di Piala Sudirman 2019. Menurut Rudy, sudah saatnya mereka menganggap bahwa kekalahan dan kegagalan adalah hal yang sangat memalukan untuk seorang atlet.

Rudy menuturkan, dari kacamatanya, ia melihat bahwa banyak atlet binaan PBSI yang terkesan tidak serius dalam menjalani profesinya sebagai atlet. Jangankan gelar juara, menembus babak semifinal pun mereka sulit.

Menurut Rudy, dengan prestasi dan permainan yang begitu-begitu saja, para atlet tersebut sebetulnya tidak layak berada di pelatnas PBSI.

“Ngapain mereka jadi pemain pelatnas kalau seperti itu saja? Prestasinya tidak ada. Mereka pakai Merah Putih cuma di dada, tapi di otaknya tidak. Maaf-maaf saja, tapi mereka itu tak tahu malu dan tak punya harga diri. Namanya olahragawan itu harus punya harga diri. Jangan mau kalah terus-terusan,” kata Rudy, Minggu (26/5).

Rudy yang selama ini terus memantau perkembangan para pemain, khususnya pemain senior, menilai bahwa mereka yang kerap tampil tak sesuai ekspektasi selalu beranggapan mereka masih punya kesempatan di kemudian hari. Padahal, menurutnya, pola pikir itu salah total.

Menurut Rudy, dalam urusan harga diri, para atlet Indonesia harusnya belajar dari Jepang yang notabene punya budaya malu yang sangat kental.

“Makanya sekarang kita kalah sama orang Jepang. Jepang itu budaya malunya luar biasa. Kadang saking malunya, mereka bunuh diri. Itu sisi negatifnya, tapi sisi positifnya mereka mau berhasil. Sementara, atlet kita mau maksimal atau tidak maksimal ya tetap saja begitu. Mereka nggak sadar-sadar. Yang tidak punya malu seperti ini harusnya tidak usah diteruskan. Keluarkan saja,” kata Rudy.

Rudy pun tidak menampik bahwa omongan kerasnya tersebut terlontar karena ia sendiri sudah cukup gerah dengan para pemain Indonesia yang urung menghasilkan prestasi. Ia pun yakin para pecinta bulu tangkis Indonesia juga merasakan kegundahan yang sama.

“Sekarang siapa yang tidak kesal? Masa kita kalah terus? Masyarakat pecinta bulu tangkis juga pasti kesal kenapa pemain-pemain kita kok rasa malunya itu tidak ada,” ujar Rudy lagi.

Menurut Rudy, andaikan ia berada di posisi para pelatih di PBSI sekarang, ia tidak akan memberi ampun kepada atlet yang setengah hati.

“Ini kita bawa nama Indonesia lho. Jangan pikir tak apa-apa kalau kalah. Ini pakai nama negara. Jangan bikin malu nama Indonesia. Kalau saya (yang jadi pelatih, Red) sih sudah saya sikat (tindak tegas, Red) itu pemain-pemain,” ujar Rudy.