Libas Jepang 3-0, Tiongkok Raih Gelar Juara ke-11

297

JawaPos.com – “Tiongkok adalah tim yang sangat tangguh, apalagi jika mereka bermain di kandang sendiri. Mengalahkan Tiongkok di hadapan publik mereka akan menjadi pekerjaan yang sangat sulit,”

Kalimat tersebut pernah dilontarkan oleh pelatih kepala timnas bulu tangkis Jepang Park Joo Bong beberapa bulan sebelum Piala Sudirman 2019 bergulir. Omongan Joo Bong pun terbukti hari ini.

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya pada partai final Piala Sudirman 2019, Tiongkok betul-betul perkasa. Pasukan besutan Zhang Jun tersebut sukses memboyong gelar ke-11 mereka setelah melibas Jepang 3-0, Minggu (26/5).

Tiongkok membuka kemenangan lewat ganda putra Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka membabat Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-10.

Jepang punya harapan memperpanjang napas dari Akane Yamaguchi yang diturunkan di partai tunggal putri. Namun, tekanan suporter Tiongkok akhirnya membuat Akane tidak berdaya di tangan wakil jagoan tuan rumah Chen Yufei.

Yufei menang 17-21, 21-16, dan 21-17. Tiongkok unggul 2-0.

Masuk partai ketiga, tibalah giliran pebulu tangkis nomor 1 dunia Kento Momota yang berkesempatan menyelamatkan timnya dari kekalahan. Namun, ia pun tidak berdaya di hadapan Shi Yuqi.

Sempat unggul di gim pertama, Momota rupanya tidak kuasa menahan gempuran suara suporter Tiongkok. Yuqi akhirnya mengambil alih pertandingan dan menang 15-21, 21-5, dan 21-11. Para pemain Tiongkok pun langsung larut dalam euforia kemenangan. Piala Sudirman yang sempat meninggalkan mereka di tahun 2017 akhirnya kembali ke pangkuan mereka.

 

Fokus Kejuaraan Dunia

 

Sementara itu, Indonesia harus puas berbagi medali perunggu bersama Thailand. PBSI pun mengaku kecewa dengan hasil ini.

“Pastinya kami tidak puas ya dengan hasil demikian, tapi ya harus kami terima. Ini akan menjadi bahan evaluasi tim secara keseluruhan sehingga pada kejuaraan yang akan datang, bisa kami perbaiki kekurangan dan kelemahan kami,” kata Sekjen PBSI Achmad Budiharto.

Meski sedih, Budiharto sadar bahwa ia dan para atlet tidak bisa terus meratapi kekalahan ini. Mereka berjanji segera bangkit dan membuktikan diri di sederet turnamen besar berikutnya.

Kejuaraan Dunia 2019 yang akan diselenggarakan di Basel, Swiss pada Agustus nanti menjadi incaran terbesar berikutnya. Budiharto mau para wakil Indonesia bisa berbicara lebih banyak di sana nanti.

“Setelah ini kami akan langsung fokus ke turnamen selanjutnya dan membenahi apa saja yang perlu ditingkatkan. Ada Australia Terbuka 2019 dan Indonesia Terbuka 2019, sebelum nanti ke Kejuaraan Dunia 2019 di Swiss,” ujar Budiharto.