Bolehkah Sopir Antar Provinsi Tidak Puasa saat Ramadan

97
tanya-jawab

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Warahmadtullahi Wabarakatuhu, Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag yang dimuliakan oleh Allah SWT., saya ingin bertanya. Suami saya adalah seorang supir bus antar provinsi. Apakah dia boleh tidak berpuasa demi menjalankan tugasnya karena mengingat bahwa seorang musafir dapat tidak berpuasa karena mendapatkan ruksah. Mohon jawabannya.
Meylani di Tugu 085781362XXX

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu Ibu Meylani yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah. Pada era ini, perkembangan zaman yang semakin cepat memunculkan beragam profesi seperti pilot, sopir bus, sopir truk ekspedisi, dan jasa pengiriman antar pulau bahkan antar Negara.

Sebagaimana kita ketahui, orang dengan profesi seperti ini dapat digolongkan sebagai musafir dan ia mendapat keringanan dalam menjalankan ibadah tertentu. Adapun terkait dengan puasa, Allah SWT berfirman: “Siapa yang sakit diantara kalian atau sedang bepergian, maka (wajib) menggantinya di hari yang lain,” [Q.S. al-Baqarah (2): 184]. Berkaitan dengan ayat ini, Imam al-Maraghi mengatakan, orang yang sakit atau sedang safar wajib mengganti puasa yang meraka tinggalkan di hari yang lain.

Hal ini didasarkan pada ayat  “Allah mengehendaki kemudahan bagimu, dan tidak menginginkan kesukaran [Q.S. al-Baqarah (2): 185].” Terkait dengan jarak, terdapat perbedaan ulama di dalamnya. Imam asy-Syafi’i, Imam Malik, al-Laits, al-Auza’i dan lainnya mengatakanboleh melakukan qashar shalat dan membatalkan puasa (wajib) jika telah menempuh jarak 2 marhalah (kurang lebih 80 km).

Namun Imam Abu Hanifah dan ulama Kufah berpendapat 3 marhalah (sekitar 120 km).Imam al-Bukhari meriwayatkan nabi menyebutkan mengqashar shalat dan membatalkan puasa (wajib) jika menempuh perjalanan selama sehari semalam.

Terlepas dari perselisihan ulama, hal yang perlu diingat adalah puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mukallaf. Sehingga semaksimal mungkin untuk ditunaikan. Isyarat ini bisa kita dapatkan dalam firman Allah: “Dan puasa adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,” [Q.S. al-Baqarah (2): 184].

Oleh karena itu, bagi profesi seperti sopir, pilot, nahkoda kapal dan yang sejenisnya mendapat keringanan dari Allah untuk mengqasar shalat dan tidak berpuasa jika -minimal- menempuh jarak 80 km.

Namun bagi yang merasa tidak ada kesulitan untuk menjalankan puasa, maka sangat dianjurkan untuk melakukannya terlebih jika seseorang hampir selalu melakukan perjalanan sepanjang tahun dan sulit mencari waktu untuk mengqadla puasa yang tertinggal. Sekian penjelasannya. (*/zal)