Erin McLeod, Atlet Kanada Yang Pernah Rasakan Kengerian Tragedi 1998

52

JawaPos.com – Kericuhan yang terjadi di Jakarta pasca pengumuman hasil Pilpres 2019 mengingatkan banyak orang pada kerusuhan 1998. Atlet putri asal Kanada Erin MecLeod rupanya pernah jadi bagian dari kengerian peristiwa yang dipicu oleh krisis moneter Asia 1997 yang berujung kerusuhan hebat pada Mei 1998 itu.

Dilansir dari theplayerstribune.com, Erin yang merupakan kiper timnas sepak bola putri Kanada menceritakan bahwa ia masih ingat betul betapa mencekamnya suasana saat itu.

Erin menceritakan, ia sempat hijrah ke Jakarta bersama orangtuanya pada 1997. Ayah Erin, Doug McLeod merupakan pengusaha minyak yang dituntut untuk berpergian ke luar negeri, termasuk ke Indonesia.

Kala kerusuhan terjadi, Erin masih berusia 14 tahun. Meski masih terbilang sangat muda, Erin masih bisa mendeskripsikan rasa takutnya kala itu. Ia masih ingat bagaimana massa yang tidak terkendali melakukan perusakan dan penjarahan terhadap sejumlah pusat perbelanjaan dan toko-toko.

Meski tidak menjadi korban, namun kejadian itu menimbulkan trauma sendiri di benak Erin.

“Saya takut. Sangat, sangat takut. Seluruh kota mengalami pemberontakan, kerusuhan dan demonstrasi di mana-mana,” ujar Erin.

Menurut Erin, untuk melarikan diri dari Indonesia bersama keluarganya, ia bahkan sampai harus menyelinap agar bisa keluar dari hotel tempat ia menginap. Di sepanjang perjalanan menuju bandara, Erin juga melihat sejumlah tank berbaris di jalan.

“Saya ingat pada jam 2 dini hari kami keluar dari hotel dengan sembunyi-sembunyi. Kami pergi ke sebuah bandara kecil (Bandara Halim Perdanakusuma, Red) karena bandara utama (Bandara Soekarno-Hatta, Red) telah ditutup,” ujar Erin.

Di timnas sepak bla putri Kanada, Erin tercatat sudah 118 kali memegang ban kapten. Sejumlah prestasi sudah ditorehkan sepajang karirnya, mulai dari juara Cyprus Cup hingga meraih medali perunggu Olimpiade 2012.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Indra Eka Setiawan