Selamat Jalan, Niki Lauda

76

JawaPos.com – Dunia balap mobil tengah berduka. Pembalap Formula 1 (F1) legendaris Niki Lauda tutup usia. Peraih tiga gelar juara F1 asal Wina, Austria itu dikabarkan meninggal dengan tenang pada Selasa (21/5) dalam usia 70 tahun.

Dilansir dari CNN, Lauda meninggal akibat influenza yang ia derita ketika sedang menjalani transplantasi paru-paru sejak awal tahun lalu. Kabar Lauda masuk rumah sakit memang sudah lama merebak sejak Tahun Baru 2019 kemarin.

Pihak keluarga Lauda pun sudah mengikhlaskan kepergian rival James Hunt pada era tahun 1970-an itu. “Keberhasilan dan keunikan pribadinya sebagai seorang atlet tentu akan terus hidup dalam kenangan kami,” ujar salah satu anggota keluarga Lauda yang tidak disebutkan namanya.

Semasa hidup, Lauda adalah atlet yang punya watak keras dan sangat yakin dengan dirinya sendiri. Omongannya blak-blakan dan apa adanya. Tabiatnya ini tmembuat ia dijauihi dan sering dianggap arogan oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, Lauda bukanlah tong kosong yang nyaring bunyinya. Ia selalu bisa membuktikan apa yang ia lontarkan dari mulutnya.

Gelar juara F1 yang ia raih pada tahun 1975, 1977 dan 1984 merupakan bukti nyata rasa percaya diri yang kerap ia umbar di hadapan siapapun. Lauda juga tercatat sebagai satu-satunya pembalap yang menjuarai F1 di bawah dua bendera berbeda, yakni Ferrari dan McLaren.

Membicarakan Lauda tentunya tidak akan lengkap tanpa membahas kecelakaan hebat yang nyaris saja merenggut nyawanya pada 1976 dalam salah seri F1 di Nurburgring, Jerman. Lauda mengalami tabrakan dengan beberapa pembalap lain yang membuat mobilnya terbakar. Ia terjebak cukup lama di dalam mobilnya itu. Saat berhasil dievakuasi, kondisi tubuhnya sudah sangat mengerikan. Ia nyaris tewas.

Sebelum kecelakaan tersebut terjadi, Lauda sempat mengajak seluruh pembalap untuk memboikot seri Nurburgring lantaran ia menilai pihak panitia tidak menyiapkan seluruh sarana dan prasarana keamanan dengan baik. Sayang, sebagian besar pembalap menolak ajakan Lauda.

Mengalami kecelakaan yang membuat hampir semua tubuhnya terbakar dan nyaris hancur rupanya tidak membuat Lauda kapok. Hanya selang enam bulan, ia kembali ke lintasan balap dengan luka bakar yang masih basah di sekujur tubuhnya.

Setelah memutuskan pensiun dari dunia balap, Lauda kemudian beralih menjadi seorang entrepreneur di dunia penerbangan. Ia terus mengembangkan bidang barunya tersebut dan berhasil melahirkan tiga maskapai, yakni Lauda Air, Laudamotion, dan Niki.

Kisah perjuangan Lauda dan rivalitasnya dengan James Hunt pernah diangkat ke dalam sebuah film layar lebar berjudul Rush pada 2013 silam. Sosok Lauda di film tersebut diperankan dengan sangat apik oleh aktor blasteran Jerman-Spanyol Daniel Bruhl, sementara peran Hunt diemban oleh aktor Hollywood kenamaan Chris Hemsworth.

“Semangat, keberanian, serta sifat Lauda yang apa adanya kemudian menjadi panutan bagi kami semua. Terlepas dari semua itu, ia adalah seorang suami, ayah, dan kakek yang sangat mencintai keluarganya. Dunia akan merindukan sosoknya,” tutup keluarga Lauda.