Redam Penerbangan Balon Liar, Festival Balon Kembali Digelar

70
SOSIALISASI – Tim dari Airnav saat sosialisasi larangan pelepasan balon udara, namun diganti dnegan festival menambatkan balon pada perayaan Syawal ke depan. (Lutfi Hanafi/Radarsemarang.Id)

RADARSEMARANG.ID,  PEKALONGAN – Puncak kemeriahan tradisi Lebaran Syawalan atau seminggu setelah Lebaran utama di Kota Pekalongan, Jawa Tengah tidak bisa lepas dari tradisi lopis dan menerbangkan balon. Jika tradisi makan lopis dianggap bawa nilai positif, penerbangan balon dapat mengganggu jalur penerbangan di Indonesia.

Untuk meredam hal negatif tersebut, tanpa menghilangkan tradisi, Airnav Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan untuk kali kedua menggelar festival balon tambat. Kegiatan ini digelar di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan pada 12 Juni 2019.

Manager Kepatuhan dan Informasi Keselamatan Air Nav Indonesia Alit Yustiawan mengatakan, festival balon tradisional untuk meredam tradisi lepas balon yang membahayakan penerbangan. Dengan tetap dilestarikan namuun tidak dilepas, akan tetapi ditambatkan.

“Kami bekerja sama kembali dengan Pemkot Pekalongan menyelenggarakan festival balon tradisional untuk yang kedua kalinya,”ujarnya.
Dengan festival balon tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengubah dari tradisi lepas balon menjadi balon tambat atau ditali. Tradisi warga masih bisa dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak membahayakan keselamatan pernerbangan juga keselamatan warga.

Bakhan selama ini juga balon udara Syawalan itu juga disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Sehingga tradisi itu dinilai sangat membahayakan warga karena bisa merusak rumah dan juga membahayakan keselamatan penerbangan di wilayah Jawa Tengah.

Lebih lanjut diterangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2018, dijelaskan balon yang standar adalah dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 150 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Slamet Prihantono mengatakan, pemkot menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal tanpa membahayakan keselamatan bersama.
“Dengan adanya festival balon udara justru bisa dijadikan destinasi wisata baru di Pekalongan, karena di Pantura belum ada yang buat sehingga menarik. Ditambah di hari yang sama ada Festival Lopis Krapyak,” jelasnya.(han/lis)