Konsumsi BBM dan LPG Selama Lebaran Meningkat 24 Persen

75
PASOKAN BBM-General Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY, Iin Febrian, (dua dari kiri) tengah memberikan penjelasan ketersedian BBM selama arus mudi di Tol Jawa Tengah. (tya/radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menjelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2019 yang diprediksi akan berlangsung pada 30 Mei-2 Juni 2019, PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY telah mempersiapkan dan mengoptimalkan ketersediaan energi di Jateng dan DIY tetap terjaga. Hal ini dikarenakan adanya tren peningkatan konsumsi BBM dan LPG rata-rata 24 persen.

General Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY, Iin Febrian mengatakan peningkatan ini lebih besar dari rata-rata harian normal untuk Gasoline (Premium dan PertaSeries) yaitu dari 12.240 KL menjadi 15.124 KL dan Gasoil (Biosolar dan Dex series) akan mengalami penurunan -12 persen dari normalnya 5.094 KL menjadi 5.810 KL dikarenakan penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang. Untuk LPG (PSO & Non-PSO) pertamina menyediakan penambahan kuota hingga 8 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian 2019 atau setara dengan 4.149MT/Day dari rata-rata normalnya 3.845 MT/day.

Berbeda dengan fasilitas kios pada mudik lebaran tahun sebelumnya, pada tahun ini Pertamina MOR IV berinovasi pada fasilitas pengisian BBM di kios, bila pada tahun sebelumnya Kios Pertamina di dominasi dengan penjualan BBM Manual dan kemasan, kali ini Pertamina telah menggunakan SPBU non permanen yaitu Modular dan Modular Kompak yang dilengkapi dengan tangki dan dispenser sehingga mempersingkat waktu pengisian BBM di Rest Area. 15 Kios Pertamina Siaga pada tahun ini terdiri dari 7 titik Kios Modular Kompak, 2 titik kios Modular, 5 titik kios Mobile Dispencer dan 2 titik kios kemasan.

“Strategi pembentukan SATGAS (Satuan Tugas) tahun ini diperkuat dengan 45 SPBU Kantong dan 22 SPBE kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki ke lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan dan kepadatan,” jelas Iin.

“Motorist BBM dengan kapasitas angkut BBM hingga 30 liter, disiagakan 60 unit yang tersebar di 6 titik di sekitar Gerbang Tol Pejagan hingga Solo. Apabila ada kepadatan, Motorist BBM akan menembus kemacetan dengan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk pengondisian jalan. Pelayanan Motorist ini bersifat darurat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM, oleh karena itu kami menghimbau untuk mengisi tangki penuh sebelum memulai perjalanan,” tambah Iin.

Disamping memastikan kesediaan suplai BBM, Pertamina MOR IV juga menjamin ketersediaan LPG di wilayah Jateng dan DIY dengan menambah armada skid tank, menyiapkan 523 Agen Siaga & 7307 Pangkalan Siaga yang beroperasi saat masa libur lebaran, serta konsumen dapat dimudahkan memesan Bright Gas menggunakan layanan Bright Home Service yang saat ini dapat menjangkau wilayah kota Semarang, Kota Sleman dan kota Yogyakarta.

“Melalui aplikasi Bright Home Service, konsumen dapat dengan mudah memesan produk LPG lewat aplikasi Bright Home Service yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan App Store,“ ungkap Iin.

Iin menjelaskan bahwa Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Bahkan pada H-7 s.d H+7 Idul Fitri, supply point atau TBBM di wilayah Jateng dan DIY akan beroperasi selama 24 Jam sebagai antisipasi padatnya arus mudik lebaran yang menyebabkan kemacetan. Beberapa SPBU yang berada di beberapa lokasi strategis pun akan beroperasi selama 24 jam.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang hendak mudik dan berwisata agar mengisi tangki full di SPBU sebelum berangkat dan untuk mempermudah menemukan SPBU terdekat saat perjalanan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Waze atau menghubungi layanan kontak Pertamina di 135,” tutup Iin. (tya/ap)