Ibarat Pimpin Ponpes “Pagar Besi”

85

RADARSEMARANG.ID, DEMAK– Bertugas di perantauan bagi Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Demak Sutrasno, sudah ia jalani bertahun-tahun. Maklum, pria kelahiran Sleman 7 Februari 1966 ini sudah bertugas di luar Jawa sejak lama. Ia pernah bertugas di Martapura dan Kandangan, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemudian, di Kanwil Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Jakarta, serta kembali bertugas lagi di Kalsel. Setelah itu, bertugas sebagai Kepala Rutan Demak hingga sekarang. “Ibaratnya sudah puas merantau. Namun, ongkos pulang gak ada,”katanya sembari bergurau saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/5/2019).

Sutrasno mengatakan, bertugas di rutan menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, seperti memimpin sebuah pondok pesantren (ponpes) pagar besi. “Ini karena rutan atau LP pada dasarnya kan memiliki fungsi dasar yang sama. Yaitu, pembinaan mental keagamaan. Hanya saja, yang dibina ini adalah para tahanan dan narapidana,”katanya. Pembinaan mental keagamaan bagi tahanan dan napi sangat dibutuhkan untuk bekal saat kembali ke masyarakat lagi. “Pembinaan ini juga untuk mengurangi stigma dari status yang sandang, yakni mantan napi,”ujarnya.

Menurutnya, tahanan dan napi jika masih di dalam rutan atau LP dapat dibina dengan optimal. Namun, setelah keluar dari rutan, mereka akan dihadapkan pada lingkungan baru lagi. Karena itu, kata dia, jika tidak tahan, mereka berpotensi terjerumus dan terpengaruh dengan lingkungan yang tidak baik lagi.

“Dampaknya bisa kambuh lagi. Tidak heran jika ada napi yang sering keluar masuk penjara lantaran mereka suka kambuh. Kita berharap, apa yang kita lakukan dengan pembinaan mental keagamaan selama di Rutan ini bisa membuat mereka sadar dan taubat kembali ke jalan yang benar,”katanya. (hib/lis)