Ganda Campuran Terpeleset, Indonesia Gagal Menang Sempurna Atas Inggris

37

JawaPos.com – Indonesia mengawali Piala Sudirman 2019 dengan baik usai membabat Inggris, Minggu (19/5). Sayang, kemenangan mereka tidak sempurna karena harus kehilangan poin dari sektor ganda campuran.

Merah Putih mengambil empat laga pertama dengan relatif mudah. Ganda putra andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon membuka poin pertama setelah menyingkirkan Marcus Ellis/Chris Langridge. Meski sempat terganggu di gim kedua lantaran beberapa servis mereka dinyatakan fault dan lawan kerap mengulur-ulur waktu, The Minions sukses menang 21-9 dan 21-18.

Di laga kedua, giliran pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang menyumbang poin. Ia membenamkan Abigail Holden 21-10 dan 21-13. Anthony Sinisuka Ginting memberikan poin ketiga untuk Indonesia usai memecundangi Toby Penty 21-9 dan 21-12.

Poin keempat Indonesia disumbang ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka menang atas Chloe Birch/Lauren Smith 21-16 dan 21-18.

Masuk laga kelima, tiba giliran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang tampil. Mereka kebagian menghadapi pasangan andalan Inggris, yakni pasangan suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Sayang, mereka gagal menyempurkan kemenangan tim. Pasutri Adcock sukses merebut satu-satunya poin setelah mengalahkan Praveen/Melati dengan skor 17-21 dan 18-21.

Mengomentari kekalahan tersebut, Praveen/Melati mengakui bahwa hari ini mereka memang tidak bermain bagus. Mereka beberapa kali tidak bisa mengantisipasi servis lawan.

“Agak kagok sama Mely karena baru sekali main, baru pertandingan pertama. Tapi ini tidak bisa jadi alasan. Kami memang terpengaruh sama servis lawan dari 17-17 di game pertama tadi,” ujar Praveen.

Melati pun tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Kami banyak kecolongan dari servis. Lawan banyak dapat poin dari situ. Yang pasti kecewa, kami ingin sumbang poin untuk Indonesia, tapi kami kecewa sama permainan kami kenapa begitu,” jelas Melati.

Tidak Sportif

Mengomentari kekalahan tersebut, pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky menuturkan bahwa selain Praveen/Melati kurang cakap mengantisipasi servis lawan, ada hal lain yang membuat pasangan didikannya itu kalah. Pasutri Adcock dinilai Richard tidak bermain dengan sportif lantaran sering mengulur waktu dengan meminta break dan mengganggu konsentrasi Praveen/Melati saat hendak servis.

“Saya merasa pasangan Inggris bermain dengan taktik dan strategi yang kurang sportif dan merugikan kami. Mungkin Praveen/Melati yang terlalu polos atau bagaimana, mereka tidak pernah protes kepada wasit. Praveen mau servis di-break terus. Banyak cara-cara yang tidak fair. Seharusnya ini menjadi perhatian wasit juga,” kata Richard.

Belajar dari kekalahan ini, Richard ingin Praveen/Melati dan pasangan yang lainnya tidak diam saja saat lawan melakukan hal yang bisa merugikan mereka.

“Susy (Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Red) juga tadi sudah sampaikan bahwa Praveen/Melati jangan terlalu polos. Kalau merasa lawan tidak sportif ya harus protes ke wasit,” jelas Richard.

Indonesia akan menjalani laga kedua kontra Denmark pada Rabu (22/5) mendatang. Jika bisa merebut kemenangan, mereka akan lolos ke babak berikut dengan status sebagai juara grup.