Demak Percepat Smart City pada 2021

139
(wahibpribadi/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemkab Demak kini berupaya keras untuk segera menerapkan program Smart City. Sedianya, program unggulan untuk membangun kota cerdas berbasis IT tersebut ditargetkan sudah diberlakukan pada 2021 mendatang.

Demikian mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan menuju Demak Smart City yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Pemkab Demak di ruang Bina Praja. Kepala Dinkominfo Endah Cahya Rini mengatakan, program tersebut akan mengintegrasikan lebih dari 40 sistem informasi yang dibangun setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Karena itu, kami berharap, masing masing OPD bisa berkoordinasi dengan Dinkominfo terkait kesuksesan program ini,” ujar Endah.

Sejauh ini, kata dia, sistem informasi kepada masyarakat belum optimal. Dari 26 OPD, 11 di antaranya relatif baik, 14 sedang dan sisanya kurang baik. “Adanya sistem ini nanti dapat meminimalisir sengketa informasi,” katanya.

Sekda dr Singgih Setyono MMR menyampaikan, Smart City yang diterapkan tidak selalu berwujud kecanggihan IT. “Tapi, taman kota yang nyaman, sehat dan bersih juga bisa disebut mendukung untuk kesuksesan Smart City,” katanya.

Sekda pun memberikan contoh, bahwa PKL yang ingin tetap berjualan ditrotoar Taman Mahesa Jenar tidak bisa memaksakan kehendaknya. Sebab, trotoar adalah bagian dari fasilitas umum (fasum) yang juga bisa dinikmati masyarakat lainnya.

“Di Demak ini ada sekitar 1,2 juta jiwa. Artinya, mereka juga bisa menikmati kenyamanan trotoar itu. Kita ingin daerah ini bersih dan sehat. Dan, ini bagian dari membangun kota sehingga trotoar tidak bisa ditempati satu kelompok saja,” ujarnya.

Smart City juga bisa dilihat dari terus berkembangnya pasar krempyeng setiap hari Minggu. Itu menunjukkan tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui kuliner. “Perkembangan kuliner di Demak luar biasa. Ini juga bagian dari Smart City. Tinggal bagaimana pengelolaannya nanti bisa lebih baik,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengapresiasi kesiapan adanya Smart City tersebut. “Kita ingin Demak menjadi kota cerdas berbasis IT. 2021 harus jadi Smart City. Artinya, ini tinggal 2 tahun. Semua OPD harus sama sama mendukung. Harapannya hanya satu. Yaitu, pelayanan untuk masyarakat bisa lebih cepat,” kata bupati. (hib/ap)