Siapkan Rp 1,7 M Sulap, Jalan Dr Soetomo Jadi Malioboro ala Batang

113
CEK LOKASI - Bupati Batang Wihaji saat meninjau lokasi Jalan Dr Soetomo, calon lokasi taman dan galeri UMKM. (Lutfi Hanafi /Radar Semarang.Id)

RADARSEMARANG.ID – BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang bercita-cita memiliki kawasan ekonomi berbasis kaki lima yang besar, mirip jalan Malioboro di Jogjakarta. Jalan Dr Soetomo yang merupakan jalan protokol di Kota Batang rencananya disulap menjadi Taman Soetomo dan juga galeri UMKM di sepanjang jalan tersebut.

“Untuk mewujudkan impian ini, pada tahap pertama pembangunan, Pemkab Batang sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar,” terang Bupati Batang Wihaji saat meninjau langsung Jl Dr Soetomo, Kamis (16/5/2019).
Dengan anggaran tersebut, Pemkab akan memperbaiki sepanjang jalan tersebut. Termasuk juga aliran sungai di sebelah timur dan barat serta membangun Taman Soetomo. “Jalan ini adalah jalan protokol, cocok dijadikan tempat wisata. Anggaran Rp 1,7 miliar untuk membangun Taman Soetomo dan perbaikan jalan sepanjang 200 meter,” papar Wihaji.

Nantinya, di sepanjang jalan tersebut akan diberi simbol-simbol dan ciri khas Kabupaten Batang. Direncanakan pula ada beberapa kapal yang di dalamnya menampilkan galeri UMKM, sehingga pengunjung bisa membelinya. Namun untuk kuliner sementara masih di pujasera, karena pembangunan di sepanjang Jl Dr Soetomo akan dilanjutkan tahun 2020 untuk penataan kuliner dan wisata lainnya.

Terkait dengan arus lalu lintas di jalan tersebut, Pemkab Batang akan konsultasi dengan andal lalin agar tidak terjadi kesemrawutan dan menjadi satu arah. Karena jalan tersebut merupakan jalan protokol yang selalu ramai. Sedangkan untuk pedagang yang saat ini menempati di sepanjang jalan, akan dicarikan solusi, apakah dipindah ke pujasera atau tempat lain, karena bukan hanya kuliner saja.

“Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat dan pedagang jika Jl Dr Soetomo akan dibangun, dan kami juga mencarikan solusi agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” katanya. Di jalan tersebut, memang diakui sering terjadi banjir jika turun hujan lebat. Untuk itu, Pemkab akan melakukan penanganan dengan mencari penyebab pastinya, yakni dengan mencari akar permasalahannya, apakah penyumbatan atau apa.

“Semua akan kami tata, dan secepatnya dilakukan lelang agar bisa segera dilaksanakan pembangunan,”tandasnya. Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Batang Eko Widianto menambahkan, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi ke pedagang yang ada di sepanjang jalan tersebut. Bahkan sebagian pedagang sudah setuju apabila nantinya dipindahkan ke pujasera atau tempat yang memang dinilai strategis.

“Total ada 47 pedagang, sudah 2 kali kami lakukan sosialisasi dan akan segera direlokasi ke tempat yang sudah disediakan agar pembangunan bisa dapat dilaksanakan,” tandas Eko. (han/lis)