Dewan Anggap Pemkab Tidak Maksimal Sosialisasikan PPDB

129
AUDIENSI : Disdikpora dipanggil DPRD Temanggung karena dianggap tidak maksimal lakukan sosialisasi PPDB. (Tabah Riyadi/Radarsenarang.Id)

RADARSEMARANG.ID,TEMANGGUNG – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung meminta agar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Temanggung lebih meningkatkan sosialisasi proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) kepada masyarakat. Pasalnya banyak masyarakat yang merasa resah dengan adanya sistem jalur PPDB yang dianggap berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Keluhan masyarakat macam-macam, ada anak yang PTK tidak di terima, ada yang rumahnya satu kampung tapi skornya berbeda. Ada yang ditolak dengan alasan tidak masuk Dapodik dan lain sebagainya. Maka dari itu dengan munculnya dari itu dinas terkait kami panggil kemarin dan kami ajak diskusi,” ungkap Sekertaris Komisi D DPRD Temanggung, Elinawati.

Setelah dilakukan diskusi, lanjutnya, masalah tersebut timbul lantaran banyak masyarakat yang tidak paham dengan aturan baru tersebut. Selain itu, dirinya juga menganggap dinas terkait masih belum maksimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang proses PPDB saat ini.

“Intinya, masalah-masalah tersebut timbul karena ketidakpahaman masyarakat, maka dari itu harus giat dilakukan sosialisasi. Masing-masing SD juga harus mengkoordinir peserta didik dalam mendaftar,” terang politisi PKS tersebut.

Dirinya juga menegaskan setiap kebijakan pasti ada plus, minusnya. Dengan sistem zonasi ini, ia melihat terdapat sisi positifnya, pemerataan jumlah peserta didik dapat diwujudkan. “Dulu banyak sekolah kekurangan murid sehingga untuk penerimaan dana BOS pun kecil,  sementara untuk sekolah favorit dana BOS sangat besar. Tentu ini sangat timpang, tapi dengan sistem zonasi ini,  sekolah-sekolah yang tadinya kekurangan siswa sekarang menjadi penuh,” ujarnya.

Dengan adanya sistem tersebut dirinya berharap tidak ada stigma pemikiran antara sekolah favorit dan tidak favorit. “Tapi kami juga sangat berharap, dengan semua sekolah sudah menjadi sekolah favorit, maka harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Agar kekecewaan masyarakat tidak bisa memilih sekolah-sekolah favorit terobati. Hal ini tentu menjadi PR bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Temanggung Ujiono mengaku bahwa pertemuannya dengan komisi D kemarin hanya sebatas menjelaskan bagaimana proses PPDB. “Ini memang suatu hal yang pertama, perubahan dari kemarin. Evaluasinya, memang banyak masyarkat yang tidak paham, dan mereka ini menempuh jalur apapun untuk mengadukannya, termasuk kepada dewan” terangnya.

Selama ini, dirinya mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kepala-kepala sekolah SD maupun SMP tentang proses PPDB tersebut. “Mungkin nanti akan kita lakukan sosialisasi yang lebih banyak, dan nantinya akan ditandaskan lagi kepada kepala sekolah. Orangtua akan diundang oleh sekolah untuk mendapatkan pemahaman tentang PPDB ini,” tuturnya. (cr6/lis)