RUPS XL Axiata Setujui Laporan Tahunan Direksi, Layanan Data XL Naik 13 Persen

435
RUPS : Direktur Corp.Strategy & Bussiness Development XL Axiata, Abhijit Navalekar, Direktur Finance XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, dan Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke dalam acara  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (Rapat) PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) di Jakarta, Senin (29/4).(radarsemarang.com)
RUPS : Direktur Corp.Strategy & Bussiness Development XL Axiata, Abhijit Navalekar, Direktur Finance XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, dan Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke dalam acara  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (Rapat) PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) di Jakarta, Senin (29/4).(radarsemarang.com)

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) digelar pada Senin (29/4) di Jakarta. Sejumlah keputusan telah dicapai dalam Rapat tersebut, termasuk mengangkat kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang sudah habis masa jabatannya di tahun 2019 ini.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, “Rapat antara lain telah menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Direksi Perseroan serta menyetujui  Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Rapat juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar sebagai bentuk pemenuhan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission/OSS)”.

Terkait dengan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, XL Axiata berhasil pencapaian kinerja positif, melampaui pencapaian secara rata-rata industri telekomunikasi Indonesia. XL Axiata mencatat pertumbuhan pendapatan 0,4 persen lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu. Pertumbuhan XL Axiata ini terutama didorong oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan ini memperbesar kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan menjadi 80 persen di 2018, meningkat dari 69 persen di tahun sebelumnya.

Dian menyebutkan bahwa peningkatan pendapatan dari data yang sangat pesat tersebut tidak hanya lebih tinggi dari perolehan industri, namun juga mampu menutup dampak negatif dari penurunan pendapatan layanan tradisional voice dan SMS. Pencapaian ini juga merupakan prestasi tersendiri karena operator lain merasakan dampak yang lebih berat dari penurunan kinerja kedua layanan warisan masa lalu tersebut.

Hingga tutup tahun 2018, EBITDA mengalami peningkatan sebesar 2 persen YoY, dengan margin naik 1 ppt menjadi 37,0persen. Capaian ini terutama terdorong oleh peningkatan pendapatan dan lebih berfokusnya perusahaan pada efisiensi biaya.

Dalam Rapat ini, Dian juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi dan sukuk ijarah PT XL Axiata Tbk. untuk belanja modal atau capital expenditure dalam upaya pengembangan jaringan data secara masif di seluruh Indonesia.

Pada realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I tahun 2018, sampai dengan 31 Desember 2018, dari hasil bersih sebesar Rp 994.199.000.000 (Sembilan ratus sembilan puluh empat milyar seratus sembilan puluh sembilan juta rupiah), telah dipergunakan dana sebesar Rp 947.476.000.000 (Sembilan ratus empat puluh tujuh milyar empat ratus tujuh puluh enam juta rupiah) untuk belanja modal berupa radio base station, optical project (atau fiber optic), dan belanja modal lainnya. Sisa dana sebesar Rp 46.723.000.000 (Empat puluh enam milyar tujuh ratus dua puluh tiga juta rupiah) telah ditempatkan sebagai deposito di PT Bank Bukopin Tbk dengan tingkat suku bunga per tahun sebesar 9,25persen. Sisa dana ini selanjutnya telah dipergunakan seluruhnya untuk belanja modal sampai dengan 31 Januari 2019 dan akan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada periode pelaporan berikutnya Juni 2019.

Pada saat bersamaan, untuk realisasi penggunaan dana hasil bersih penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap I tahun 2018 sebesar Rp 994.469.000.000 (Sembilan ratus sembilan puluh empat milyar empat ratus enam puluh sembilan juta rupiah), sampai dengan 31 Desember 2018, Perusahaan telah mempergunakan dana seluruhnya untuk belanja modal berupa radio base station, optical project (atau fiber optic), dan belanja modal lainnya.

Selanjutnya, untuk realisasi penggunaan dana hasil bersih penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap II tahun 2019 dan penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap II tahun 2019 dengan masing-masing sebesar Rp 631.554.000.000 (Enam ratus tiga puluh satu milyar lima ratus lima puluh empat juta rupiah) dan Rp 637.783.000.000 (Enam ratus tiga puluh tujuh milyar tujuh ratus delapan puluh tiga juta rupiah), sampai dengan 31 Maret 2019, Perseroan telah mempergunakan dana seluruhnya untuk belanja modal berupa base station subsystem (BSS) dan transmisi fiber optic. (tya/web/ap)