RSJ Siap Terima Pasien Caleg Gagal

69

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Mengantisipasi banyaknya pasien gangguan kejiwaan imbas pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 mendatang, RSJ Dr Soerojo Magelang telah siap menampung calon legislatif (caleg) yang gagal terpilih. Meski tidak menyiapkan kamar atau bilik khusus, namun segala peralatan dan ruangan dipastikan siap.

Kepala Subbag Hukum, Organisasi, dan Humas RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, Imron Fauzi, membenarkan pihaknya telah siap menerima pasien baru, terutama dari kalangan caleg yang gagal terpilih dalam pemilu, 17 April lusa. Meski demikian, menurut Imron, pihaknya tidak menyiapkan bilik atau ruangan khusus bagi para caleg gagal tersebut.

“Sebenarnya sama seperti pelaksanaan pemilu tahun 2014 lalu, kita tidak menyediakan bilik atau kamar khusus untuk caleg yang gagal. Namun kita tempatkan pada ruangan VIP, dengan pelayanan standar VIP juga,” katanya.

Imron menuturkan, ruangan VIP ini nantinya bisa dipergunakan untuk menampung pasien dari caleg yang gagal terpilih, sama seperti pasien umum lainnya. Namun demikian, menurut Imron, ada sedikit perbedaan perlakuan terhadap pasien dari kalangan caleg gagal ini.

Ya, intinya kita melihat tingkat gangguan kejiwaannya, apakah berat atau ringan. Namun melihat pasien caleg pada tahun 2014 lalu, jumlahnya tidak mencapai puluhan, hanya berkisar berapa orang saja. Itupun juga hanya rawat jalan saja. Jadi, kami tidak membuat persiapan khusus untuk tahun 2019 ini, sama seperti tahun 2014 lah,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai kesiapan tenaga medis, Imron mengaku bahwa tidak ada pengkhususan untuk pasien dari kalangan caleg yang gagal. Namun, menurut Wahyu, tenaga medis di RSJ sangat siap dan sigap jika nantinya banyak pasien dari caleg yang gagal.

“Untuk penanganan awal pasien caleg gagal ini, sama seperti penanganan pasien gangguan kejiwaan lainnya sesuai prosedur,” tandasnya.

Ketua DPC PKB Kota Magelang H Sallafuddin atau Gus Sallaf mengaku bahwa pihaknya telah menginstruksikan para calegnya agar selalu istiqomah dan siap lahir batin jika terpilih atau tidaknya dalam pemilu mendatang. Dalam setiap pertemuan konsolidasi partai, menurut Gus Sallaf, selalu menekankan bahwa para caleg merupakan perwakilan umat.

“Jika terpilih, maka itu bentuk pemberian tanggungjawab dari Allah SWT. Jika tidak terpilih, berarti Allah SWT belum memberikan amanah, dan kader PKB diarahkan untuk memberi peran membangun umat melalui tugas dan tanggungjawab lainnya. Intinya kader PKB selalu istiqomah,” katanya. (had/aro)