Ngantuk, Tabrak Anak, Satu Tewas, Satu Kritis

475

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kecelakaan lalulintas melibatkan kendaraan pribadi roda empat Mitsubishi Kuda dengan dua pejalan kaki terjadi di ruas Jalan Ketileng, Minggu (14/4) pukul 12.30. Persisnya di depan halte BRT Trans Semarang yang berdekatan dengan RSUD KRMT Wongsonegoro atau RSUD Ketileng, Kecamatan Tembalang.

Atas kejadian ini, Okta Damayani, 11, warga Perumahan Ketileng Indah Kecamatan Tembalang yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) meninggal dunia di lokasi kejadian. Lantaran mengalami luka perut robek setelah tertabrak hingga tergencet bangunan halte. Sedangkan satunya, Aulia Maliki Zuhri, 12, warga Sendangmulyo Kecamatan Tembalang mengalami luka sobek pada pipi dan  kaki kiri lecet.

Semula kedua bocah tersebut berjalan kaki melintas di depan halte. Tiba-tiba, keduanya ditabrak kendaraan Mitsubishi Kuda warna hijau bernopol H 9493 QP yang melaju dari arah selatan ke utara atau Klipang menuju Fatmawati.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar yang berada di lokasi kejadian langsung mendekat berusaha memberikan pertolongan. Nahas, nyawa gadis kecil tersebut tidak terselamatkan. Sedangkan, satunya kritis dan dilarikan ke RSUD KRMT Wongsonegoro guna mendapat perawatan. “Satu korban terjepit, langsung meninggal. Satunya terpental sekitar empat meter,” kata Guntur tengah berada di dalam halte menunggu BRT Trans Semarang.

Sedangkan pengendara mobil yang diketahui bernama Tito Harjono, 63, warga Pedurungan langsung diamankan warga untuk diminta pertanggungjawaban. Terlihat, mobil yang menabrak korban mengalami kerusakan bodi pada bagian depan sebelah kiri.

Pihak petugas Unit Lakalantas Satlantas Polrestabes Semarang yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, korban meninggal dievakuasi menuju RS KRMT Wongsonegoro Semarang. “Diduga pengemudi kurang waspada karena mengantuk atau lelah dan tidak mengutamakan pejalan kaki. Akibatnya, terjadi kecelakaan dengan pejalan kaki yang berjalan searah di depannya,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi. (mha/ida)