Branding Semarang, Hendi Permudah Izin Syuting

388
NIKMATI FILM : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama sang istri Tia Hendar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu serta pemain film Ave Maryam foto bersama usai nonton bareng. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NIKMATI FILM : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama sang istri Tia Hendar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu serta pemain film Ave Maryam foto bersama usai nonton bareng. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Kota Semarang kembali menjadi magnet tempat syuting film. Kali ini adalah film Ave Maryam, besutan sutradara Ertanto Robby, melirik beberapa spot di Semarang seperti Gereja Gedangan, Lawang Sewu, Gereja Blenduk dan kawasan kota lainnya dilirik sutradara asal Jakarta.

Ertanto mengatakan Semarang punya potensi dan keindahan tersendiri dari segi arsitektur dan budaya yang menjadi magnet ibu kota Jawa Tengah ini. “Keberagaman di Semarang berasa banget, disini saling menghargai dan toleransinya sangat dijunjung tinggi. Kemudahan izin syuting juga diberikan oleh Pemkot Semarang,” katanya di sela nonton bareng film Ave Maryam, di E-Cinema, Minggu (14/4) petang.

Ia mengaku, banyak penonton yang mengapresiasi keindahan spot syuting yang ia gunakan ketika film tersebut diputar di Eropa. Menurut orang Eropa yang berdiskusi dengannya, heritage Kota Semarang sangat bagus dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah setempat. “Pak Wali Kota Hendi sangat mensupport dengan kemudahan perizinan, kami bisa syuting di Lawang Sewu, Gedangan dan beberapa jalan di Kota Lama,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap film Ave Maryam ini bisa booming. Dari data yang ada, sejak diputar 11 April lalu, film ini sudah ditonton 15 ribu orang khusus wilayah Semarang. “Ada beberapa spot yang ditonjolkan oleh sutradara, saya harap film ini mampu membranding Semarang dan membawa Semarang lebih ngetop dari sisi pariwiata,” katanya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini berharap industri perfilman nasional bisa kembali eksis, salah satu caranya adalah dukungan pemerintah sekitar dengan membantu kemudahan perizinan. “Prinsipnya adalah cerita film yang menarik dan Semarang dijadikan tempat syuting menjadi bagian dari promosi. Dari film Ave Maryam ini, saya harap bisa diceritakan ke sutradara lainnya dan ke depan industri perfilman bisa bergairah,” tuturnya.

Film ini mengangkat tema sensitif, Suster Maryam yang diperankan Maudy Koesnadi diceritakan menjadi biarawati. Namun berasal dari keluarga muslim. Bekerja di panti jompo hingga pindah ke Girisonta, Ambarawa. Akhirnya, Suster Maryam bertemu dengan seorang pastor bernama Yosef yang diperankan Chicco Jerikho, hingga terlibat kisah cinta terlarang. (den/ida)