Kembangkan Inovasi Genteng Multifungsi Dua Musim

Tim Undip Raih Gold Medal Best Invention dan Special Award di Moscow, Rusia

241
BANGGA : Perwakilan Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim Garuda Innovator usai meraih medali emas di ajang Moscow International Invention and Innovative Technology (Archimedes) 2019. (DOKUMEN PRIBADI)
BANGGA : Perwakilan Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim Garuda Innovator usai meraih medali emas di ajang Moscow International Invention and Innovative Technology (Archimedes) 2019. (DOKUMEN PRIBADI)

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip)  yang tergabung dalam Tim Garuda Innovator berhasil meraih gold medal, best invention, dan special award pada ajang Moscow International Invention and Innovative Technology (Archimedes) 2019 yang berlangsung pada tanggal 26-29 Maret lalu di Moscow, Rusia.  Penghargaan itu didapatkan berkat inovasi Sun and Rain Innovation Roof (SRI Roof).

ADENNYAR WYACAKSONO

TUJUH mahasiswa perwakilan Undip itu adalah Rifki Rokhanudin, Ria Yunwiani dan Fatkhiyatus Sa’adah dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM), serta Abdurrohman Hizbulloh dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Intan Permata, Diina Ul Qoyyima, dan Apriliani Ismi Fauziah dari  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Tim Garuda Innovator ini berhasil mengembangkan bendera Indonesia  menjadi yang terbaik dalam ajang  ajang Moscow International Invention and Innovative Technology (Archimedes) 2019, paska bersaing dengan lebih dari 800 inovasi dari 22 negara. “Kami melakukan penelitian untuk menciptakan inovasi pemanfaatan energi alternatif,” kata Rifki Rokhanudin.

Rifki Rokhanudin dkk merupakan tim yang dikirim oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) pada event Archimedes 2019 bersama sejumlah tim lainnya. INNOPA sebagai asosiasi swasta yang menyaring proyek inovasi karya siswa dan mahasiswa untuk berlaga di event internasional dengan harapan inovasi yang telah dibuat dapat dikembangkan dan diproduksi secara masal, sehingga berguna bagi masyarakat.

Rifki mengungkapkan, salah satu cara memanfaatkan energi alternatif adalah dengan mencari sumber energi ramah lingkungan yang tidak menimbulkan polusi serta tidak memberi efek radioaktif. Salah satu energi terbarukan dan ramah lingkungan adalah energi matahari dan energi yang bersumber dari air hujan.  Kemudian kedua energi ini diaplikasikan pada genteng bangunan pada daerah tropis.

“Energi matahari didapatkan dengan menggunakan sistem sel surya yang mampu mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sedangkan energi yang bersumber dari air hujan didapatkan dengan penggunaan elemen piezoelektrik yang berguna untuk mengonversi tekanan air hujan menjadi energi listrik,” ucapnya.

Pengembangan ‘SRI Roof’ ini, sebelumnya merupakan inovasi genteng dua musim berbasis Hybrid System Solar Cell dan Piezoelectrik. Ia menjelaskan jika SRI Roof memiliki keunggulan produksi energi yang bersih dan ramah lingkungan. Sehingga menunjang penghematan energi, energi yang mudah didapatkan, mengurangi biaya listrik, memperindah rumah, serta berbasis teknologi.

“Genteng ini merupakan genteng multifungsi dua musim, dengan tambahan piezoelektrik, tampilan berbeda yaitu terdapat unsur seni batik mega mendung, sehingga lebih bernilai estetika,” ucapnya.

Duta besar Indonesia untuk Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi, merasa sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh  mahasiswa Undip ini. Menurut dia, SRI Roof merupakan produk inovasi yang bisa dikembangkan dengan baik. “Penelitian ini bisa dikembangkan, bahkan terdapat salah seorang investor dari Rusia yang tertarik dan mudah-mudahan dapat dimanfaatkan, dan dapat digunakan untuk masyarakat kita yang sebagian besar masih tinggal di pedesaan” ungkapnya dalam kunjungan Tim Garuda inovator ke KBRI Indonesia di Moscow. (*/aro)