Siapkan MPP dan Pelayanan Destinasi Wisata

170
TINGKATKAN LAYANAN : Bangunan bekas Sri Ratu di Kota Pekalongan akan dijadikan mall pelayanan publik pada 2020 mendatang. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)
TINGKATKAN LAYANAN : Bangunan bekas Sri Ratu di Kota Pekalongan akan dijadikan mall pelayanan publik pada 2020 mendatang. (ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan serius meningkatkan layanan publik. Salah satunya melalui pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Program tersebut akan direalisasikan pada 2020. Menggunakan gedung eks Sri Ratu, Jalan Merdeka, Bendan, Pekalongan Barat. MPP akan mengakomodir 74 jenis pelayanan perizinan.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfud menyampaikan bahwa bangunan Sri Ratu tersebut akan segera diserahkan hak miliknya kepada pemkot pada akhir tahun 2019. Setelah serah terima, pihaknya akan bergerak cepat untuk mendesain MPP tersebut.

“Kita akan bangun suatu ikon baru Pekalongan. Sehingga memudahkan warga Kota Pekalongan mengurua berbagai perijinan. Misalnya saja pelayanan SIM atau STNK juga bisa dilaksanakan di sana. Ataupun yang mau menikah, kita akan masukan pelayanan pengadilan agama di dalamnya. Bahkan waktu saya lihat di Bali, di sana malah ada tempat resepsinya. Sehingga langsung menikah, bisa menyambut tamu,” ujar Saelany.

Selain sebagai MPP, bangunan eks Sri Ratu juga akan dibuat tempat penginapan yang terhubung langsung dengan Stasiun Kota Pekalongan. Hal ini guna menghadapi pembangunan kereta cepat yang salah satu tempat pemberhentiannya ada di Kota Pekalongan.

“Oleh karena itu saya ingin bangunan Sri Ratu itu nantinya dimanfaatkan betul juga sebagi tempat beristirahat wisatawan. Saya sudah sampaikan, saya ingin ada flyover bagi pejalan kaki setelah turun dari kereta, mereka langsung mengarah ke gedung eks Sri Ratu tersebut. Jadi tidak lewat pinggir jalan raya yang semrawut,” imbuh Saelany.

Nantinya pembangunan akan ditunjang dengan sarana dan prasarana, salah satunya trasnsportasi khusus yang tersambung dengan tempat-tempat wisata Kota Pekalongan.

Ditambahkan Kepala Bappeda, Anita Herus Kusumorini, bahwa ke depan akan membahas mengenai transportasi apa yang cocok sebagai pendukung sarana wisata di Kota Pekalongan.

“Kementrian perhubungan sudah mendukung rencana ini. Dengan harapan bukan untuk provit oriented tetapi lebih ke pelayanan masyarakat.,” imbuh Anita Heru.

Harapanya, pada 2020 mendatang semua rencana pembangunan yang sudah disepakati bisa berjalan dengan baik demi menjadikan Kota Pekalongan sebagi kota destinasi wisata dan kota kreatif dunia. (alf/zal).