Pemberantasan Jukir Liar Terkendala Data

37

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli) Kota Semarang terus menyoroti praktik parkir liar di wilayah Kota Semarang, termasuk di kawasan Car Free Day di Simpang Lima, Semarang. Namun demikian, langkah ini masih terkendala tidak memiliki data jumlah titik parkir legal di wilayah Kota Semarang.

“Kami belum tahu ada berapa titik parkir resmi di Kota Semarang, belum ada datanya. Sampai sekarang petugas kita belum ada yang menerima data,” ungkap Ketua Satgas Saber Pungli Kota Semarang AKBP Enriko Silalahi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (31/3).

Enriko mengaku, serius menyoroti perparkiran sejak 2017 atau sejak menjabat sebagai Ketua Tim Saber Pungli. Menurutnya, parkir adalah masalah yang serius dan harus dibenahi agar kebocoran retribusi parkir bisa diminimalisasi.

“Tapi kadang ada juga pihak yang menganggap ini hal sepele, saya juga heran. Seperti saat CFD, ternyata tidak ada titik parkir resmi untuk CFD, sementara beberapa tahun ini para jukir liar menarik parkir bahkan melebihi ketentuan. Coba bayangkan saja berapa banyak itu uangnya? Lari kemana?” ujarnya setengah bertanya.

Enriko menyampaikan, di Kota Semarang terdapat beberapa ruas jalan yang penanggungjawabnya berbeda. Ada yang di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang maupun Pemprov Jateng. “Nah ini yang belum tertib, mana (milik) Dishub Kota mana Dishub Provinsi. Data itu penting untuk Tim Saber Pungli bergerak di lapangan menertibkan parkir liar,” katanya.

Menurutnya, ketertiban parkir ini bertujuan untuk membawa citra Kota Semarang menjadi lebih baik dalam soal penarikan retribusi parkir. Bahkan, regulasi yang baik juga untuk mengantisipasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang. Sehingga PAD Kota Semarang bisa tercapai dan bertambah setiap tahunnya. “Kalau (regulasi) buruk perparkirannya, maka wisatawan juga akan kapok datang ke Semarang. Ini kan juga untuk PAD,” ujarnya.

Sehingga data ini sangat diperlukan untuk kegiatan penertiban juru parkir liar. Termasuk untuk mengetahui dugaan adanya oknum pegawai Dinas Perhubungan yang menarik uang dari para juru parkir liar.

Terkait kasus penangkapan jukir liar di arena CFD Simpang Lima dan menyebut uang tersebut diserahkan ke petugas Dishub Kota Semarang, Enriko mengatakan masih memeriksa satu orang petugas Dishub. “Dia non ASN, bekerja di Dishub, belum ada panggilan lagi,” jelasnya.

Enriko menegaskan akan terus melakukan pengembangan dalam pengungkapan kasus tersebut. Bahkan, berencana melakukan pemanggilan terhadap petugas Dishub lain untuk dimintai keterangan terkait dugaan adanya penerimaan aliran uang dari pungli tersebut. “Ini terus ditangani, nanti kita siapkan dulu surat-suratnya (pemanggilan),” pungkasnya. (mha/aro)