Menulis Tingkatkan Keilmuan Guru

163
GURU PENULIS: Ratusan anggota PGRI Batang mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di media massa yang digelar di aula SMP Negeri 1 Kandeman, Batang, Minggu (31/3) kemarin.Lutfi Hanafi /RADARSEMARANG.ID,
GURU PENULIS: Ratusan anggota PGRI Batang mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di media massa yang digelar di aula SMP Negeri 1 Kandeman, Batang, Minggu (31/3) kemarin.Lutfi Hanafi /RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Sebanyak 104 guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batang mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah populer yang digelar Jawa Pos Radar Semarang bekerja sama dengan Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), Minggu (31/3). Pelatihan putaran ke-37 ini digelar di aula serba guna SMP Negeri 1 Kandeman, Kabupaten Batang. Peserta pelatihan dari semua unsur guru mulai tingkat SD hingga SMA/SMK di Batang dan sekitarnya.

Ketua PGRI Batang sekaligus mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Warsito SPd, berharap dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan keilmuan guru. “Sesuai tugas APKS dalam meningkatkan bidang keilmuan profesi bagi guru, saya berharap semua peserta juga dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini,” katanya semangat.

Kegiatan pelatihan ini, kata Warsito, juga menunjukkan PGRI tidak semata memikirkan urusan perut anggotanya, tapi secara profesional ada peningkatan keilmuan, karena mereka notabene adalah pengajar yang harus memiliki keilmuan lebih.”Bagaimanapun juga seorang guru harus bisa membuat sebuah karya, terutama dalam bidang penulisan, karena mereka pengajar. Sehingga apa yang menjadi buah pikirannya, harus bisa dituangkan dan menjadi karya tulis yang sebenarnya, tidak hanya konsep,” tegasnya.

Untuk itu, dia berharap ada perubahan mind set dari para guru di Batang agar lebih maju dalam berpikir dan berkarya. Karena pelatihan tersebut, tidak saja bermanfaat dalam keilmuan, akan tetapi juga meningkatkan status kepegawaiannya.

Ditambahkan salah satu pemateri, Usman Roin, guru SMP IT PAPB Semarang yang sudah menulis 103 artikel, memulai menulis cukup mudah dengan ide dari sekitar kita. “Membiasakan diri menulis, apapun yang ada di sekitar kita. Apa keseharian kita sebagai pengajar, sehingga akan mudah memahami,” ucapnya.

Pemateri lainnya, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto mengatakan, menulis artikel ilmiah populer itu akan mudah jika tema yang diangkat di sekitar para guru. “Pengalaman dalam mengajar bisa jadi tema artikel ilmiah populer. Hasil penelitian tindakan kelas atau PTK juga bisa dijadikan artikel,” katanya.

Ketua panitia Arziska Retorika mengatakan, peserta pelatihan melebih target. Awalnya, pihaknya hanya menargetkan 80 peserta, ternyata tembus hingga lebih dari 100 peserta. “Karena terbatasnya ruangan, kami terpaksa menolak sejumlah pendaftar,” ujar guru SMK Negeri 1 Warungasem, Batang ini. (han/zal)