Dilarang Jualan di Atas Trotoar

33

RADARSEMARANG.ID, MAKSI jual beli lapak PKL di trotoar jalan sudah menjadi rahasia umum. Para PKL bersedia membayar dengan harga tinggi kepada preman setempat untuk bisa menempati lahan yang strategis dan ramai pembeli. Sekalipun lokasi tersebut tidak sesuai dengan peruntukkannya sebagai tempat berjualan.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurcholis mengatakan, persoalan jual beli tempat jualan PKL harus dilihat lagi dari sisi keperuntukan wilayah itu sendiri. “Misalnya di atas trotoar, jelas itu tidak diperbolehkan,” kata Nucholis.

Tidak diperbolehkannya tersebut yaitu trotoar digunakan sebagai fasilitas para pejalan kaki. Selain itu, tidak sesuai dengan SK Wali Kota Semarang tentang wilayah peruntukan PKL.
“Secara lokasi sudah salah, karena itu fasilitas publik seperti trotoar, jadi kalau ada yang menjualbelikan lokasi itu untuk berjualan, jelas melanggar, apalagi dari sisi fungsi, trotoar itu jika dipakai berjualan jelas salah,” tandasnya.

Dia berjanji, keberadaan PKL di setiap trotoar yang dilarang dipakai berjualan akan segera ditindak tegas. Pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang. Ia menilai para PKLyang berjualan di atas trotoar itu menghilangkan fungsi trotoar untuk para pejalan kaki. Jika menemukan hal tersebut, pertama yang akan dilakukan adalah pembinaan
oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang kepada PKL-PKL liar tersebut.

Selain PKL, pihaknya akan mencari oknum yang menjualbelikan lahan PKL. “Apabila sudah kita bina dan masih saja berjualan ya terpaksa akan kami tindak tegas,” katanya.

Menurutnya, persoalan PKL liar di Kota Semarang memang kompleks. Antara lain karena banyak oknum yang memanfaatkan mereka.”Sebenarnya mereka (PKL) itu kadang tidak tahu apakah tempat tersebut
dilarang untuk berjualan atau tidak, makanya ada oknum yang ingin mencari keuntungan dengan memperjualbelikan lahan jualan,” ujarnya.

Dikatakan Nurcholis, penertiban PKL liar selama ini memang menjadi tanggungjawab Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang. Penertiban PKL liar yang berjualan di atas trotoar pun sudah sering dilakukan. Namun PKL nampak tidak jera. Meski sudah tidak banyak ditemukan seperti dahulu, keberadaan PKL liar yang mangkal di atas trotoar tetap saja ditemukan. Meski jumlah persebarannya kini tidak sebanyak dahulu.

Karenanya, Dinas Perdagangan akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk menindak PK-PKL liar yang nekat berjualan di atas trotoar. “Segera kita lakukan koordinasi dengan Satpol PP,” katanya. (ewb/aro)