Deteksi Dini Penyakit Polio

135

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Penyakit polio masih menjadi momok mengerikan. Terlebih penyakit tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan saraf motorik hingga kelumpuhan seumur hidup.

Harus ada antisipasi terhadap penyakit yang disebabkan virus polio itu harus gencar dilakukan. Yakni dengan mengurangi angka risiko anak-anak dengan melakukan deteksi sejak dini.

Demikian dikatakan pegiat anak disabilitas sekaligus Kepala SLB Mutiara Bangsa Patean , Nina Dewi Nurchipayana. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kendal aktif melakukan deteksi sejak dini terhadap kelahiran anak di Kabupaten Kendal.

“Pelaksanaan deteksi dini dapat mencegah terjangkitnya polio kepada anak sehingga resiko yang dialami oleh penderita dapat diminimalisir,” kata Nina kemarin (31/1).

Hal ini menurutnya penting, karena menyangkut sumber daya manusia anak yang merupakan masa depan bangsa. Makanya pemenuhan gizi anak dalam kandungan maupun saat lahir harus terpenuhi.

“Saya berharap agar pemerintah dapat melakukan deteksi diri, seperti pengecekan kelayakan jamban, karena penyakit polio dapat ditularkan melalui feses dari jamban yang tidak bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan bahwa pemkab saat ini terus melakukan program pengentasan jamban yang layak agar Kabupaten Kendal dinyatakan bebas dari buang air besar sembarang.

Hal itu juga dimaksudkan untuk menekan penyebaran penyakit akibat buang air besar sembarangan. “Kami dorong seluruh kecamatan melaksanakan gerakan ODF (Open Defecation Free),” katanya.

Sedangkan untuk mencegah polio, Pemkab Kendal telah melaksanakan imunisasi yang menyasar 75 ribu anak balita di seluruh wilayah Kendal. “Harapan kami, tidak ada anak yang terserang polio,” imbuhnya. (bud/zal)