Alvin Lie, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Suka Jawa Pos Karena Berkarakter

108
Alvin Lie.ISTIMEWA
Alvin Lie.ISTIMEWA

RADARSEMARANG.ID, SUDAH sejak lama Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie berlangganan koran Jawa Pos. Bahkan sampai saat ini, harian Jawa Pos masih rutin menyapa paginya. Ia tidak ingat betul sejak kapan mulai berlangganan koran yang berpusat di Surabaya ini.

Ia memperkirakan, sejak Jawa Pos masuk ke Semarang. Sekitar tahun 2000-an. Saat itu, ia menjadi anggota DPR RI, dan merasa perlu mengikuti berbagai pemberitaan, terutama di daerah yang ia wakili dan menjadi tanggung jawabnya. Yakni, di Semarang dan sekitarnya. ”Saya tidak ingat betul. Sudah sedemikian lama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat itu, Jawa Pos memang menjadi satu dari belasan koran yang rutin dibelinya untuk dikirim ke Jakarta. Termasuk untuk kantor pelayanan aspirasi rakyat di Semarang, ia juga langganan Jawa Pos untuk stafnya agar dapat mengikuti pemberitaan setempat.

Ditanya mengenai alasan memilih Jawa Pos, Alvin menyukai format Jawa Pos yang up to date. Dengan konten yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga berita di Jawa Pos dapat ia gunakan sebagai rujukan.

”Kemudian, konten ini disajikan dengan santai menggunakan bahasa ngepop. Sehingga mudah dibaca dan mudah dipahami,” ujarnya membeberkan alasannya.
Alvin mengungkapkan, karakteristik Jawa Pos yag membuatnya menjatuhkan pilihan untuk berlangganan adalah bahwa selain berita nasional, Jawa Pos memiliki suplemen yang sangat spesifik di setiap daerah.

”Kalau di Semarang tentunya ya Radar Semarang yang juga mengangkat berita-berita kegiatan wong cilik. Tidak semua berita besar, tapi berita di kelurahan dan sebagainya itu diangkat. Dan itu yang penting bagi saya,” bebernya.

Ia menambahkan, pemberitaan di Jawa Pos sifatnya tidaklah boombastis. Jawa Pos tidak menjual sensasi dan kekersan. Pemberitaan Jawa Pos dinilainya juga cukup mendalam. ”Saya respek dengan gaya jurnalistik Jawa Pos. Semoga dapat terus dikembangkan, sukses untuk Jawa Pos,” katanya.

Hingga kini, sudah banyak pengalaman antara Alvin dan Jawa Pos yang tidak pernah ia lupakan. Bahkan, karena sedemikian lamanya berlangganan, ia kerap menggunakan berita Jawa Pos untuk dikliping. Berita ini kemudian menjadi rujukan dalam bahannya di dalam rapat dengar pendapat untuk mencermati kebijakan pemerintah. (sigit andrianto/aro)