Membuat Film Jangan Hanya Sekedar Wacana

95
MULTITALENTA : Ernest Prakasa (tengah) saat menjadi pembicara dalam talkshow kemarin. (ISTIMEWA)
MULTITALENTA : Ernest Prakasa (tengah) saat menjadi pembicara dalam talkshow kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Komunitas Film Finger Kine Klub Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menyelenggarakan acara tahunan Salatiga Film Festival 2019 di Balairung Universitas, Rabu (27/3). Acara yang bertemakan Hourglass: Do your Passion, Inspiring Others and Make Your Time Valuable ini diikuti oleh kurang lebih 700 peserta, tidak hanya mahasiswa UKSW tetapi juga kalangan pelajar SMA dan masyarakat umum yang tertarik mengenai perfilman.

Gelaran Salatiga Film Festival tahun ini semakin semarak dengan dihadirkannya Ernest Prakasa yang dikenal sebagai sutradara, writer dan juga stand up comedian. Dengan gaya lawakannya yang khas, Ernest Prakasa mulai menceritakan pengalamannya selama menggeluti industri film. Sutradara yang dikenal lewat beberapa film komedinya ini menjelaskan bahwa salah satu tantangan membuat film terletak pada bagaimana me-manage orang-orang yang terlibat.

“Sebagai sutradara harus memperhatikan semuanya, tidak hanya memperhatikan acting talent saja. Sebab jika komponen lain tidak mendukung, seperti lokasi istirahat yang di sediakan tidak nyaman, makanan tidak datang tepat waktu bisa membuat acting tidak maksimal. Jadi mengatur orang-orangnya agar saling mendukung ini menjadi hal yang utama karena dalam pembuatan film semua saling mempengaruhi,” terangnya.

Ketika disinggung tentang perkembangan film di Indonesia, Ernest mengungkapkan kegembiraannya karena industri film Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Disampaikannya, film Indonesia
ditonton sekitar 47 juta penonton tahun lalu. Bertambahnya jumlah layar di Indonesia ikut mendongkrak perfilman Indonesia.

“Aku senang sekali kalau kampus membuat festival film karena Indonesia butuh orang-orang baru. Banyaknya layar jadi tantangan dan kesempatan buat para film maker baru. Itu sebabnya aku juga sering bikin kelas nulis skenario. Aku lihatnya banyak penulis yang tidak sadar kalau industri film butuh banyak banget penulis skenario,” imbuhnya.

Untuk kaum muda yang ingin membuat film, Ernest Prakasa berpesan jangan hanya dijadikan wacana saja dan menyarankan ikut kompetisi film pendek. “Kenapa? Lewat kompetisi kita bisa dapat kesempatan ketemu juri-juri yang kompeten, apalagi kalo kompetisinya tingkat nasional,” katanya.

Tri Wahyu Agustin selaku ketua panitia berharap lewat gelaran acara ini peserta dapat termotivasi dan mengembangkan passionnya yang tidak hanya wacana tapi melakukan sesuatu. “Dengan acara ini kita mau memotivasi anak muda, bahwa hidup ini cuma sekali jadi lebih lebih baik dilakukan untuk hal yang bermanfaat yaitu mengembangkan passion dan berkarya sesuai passion,” ujarnya. (sas/bas)