Tekuni Bisnis Hijab

240
Anitasari (DOKUMEN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
Anitasari (DOKUMEN FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, TREN hijab yang kini merambah semua kalangan, dilirik oleh dara kelahiran 2 Agustus 1991. Meski Anitasari di kesehariannya sibuk menjadi pegawai di Dinas Perdagangan Kota Semarang, namun kecintaannya akan dunia bisnis hijab tetap ia jalankan.

Ia mengatakan jika model hijab darinya tetap mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga, dunia maya ia pilih untuk melakoni bisnisnya tersebut. “Penjualan melalui online bisa disambi kerja di kantor,” ujarnya.

Dalam usahanya, dia tidak hanya sebagai reseller yang mengambil produk dari suatu pabrik kemudian menjualnya kembali. Dia membuat brand hijab sendiri bernama Sari Moslem.
Pada awalnya, ia memulai bisnis tersebut karena sering memesan hijab ke sebuah butik. Lama kelamaan ia memilih untuk membuat model hijab sendiri. “Kalau buat sendiri kan enak dipakai dan nyaman. Lalu, teman-teman tertarik dengan hijab yang saya pakai. Akhirnya, saya punya ide untuk membuat brand sendiri,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam memproduksi hijab ia juga mengaryakan tetangga rumah yang memiliki kemampuan menjahit. Dengan cara itu, ia membeli bahan kemudian ia jahitkan sesuai dengan desain yang sudah dibuat.

“Saya bekerjasama dengan dua tetangga. Lumayan bisa saling membantu tetangga. Kalau nanti semakin besar bisnisnya, saya juga akan memberdayakan lebih dari itu,” ujarnya.
Dipilihnya hijab sebagai barang produksinya karena peminat hijab semakin banyak. “Alasan lain saya memilih bisnis hijab yaitu karena saya berhijab,” imbuhnya.

Dalam penjualannya, dia lebih gencar promosi melalui media sosial seperti Instagram. Ketika ada stok dan barang baru, dia selalu mengunggahnya di akun instagramnya yakni @sarimoslem_id. Menurutnya, berbisnis melalui online lebih menjanjikan dan bisa menjadi pekerjaan sampingan di tengah padatnya pekerjaan kantor.

Jika ada pelanggan yang tidak ingin dibebani biaya ongkos kirim, katanya, mereka memilih untuk datang langsung ke rumah. Tetapi, sejauh ini masih banyak pelanggan yang memilih dikirim barangnya melalui ojek online maupun jasa pengiriman. “Tidak merasa kesulitan bagi waktunya untuk berbisnis, karena weekend libur, lagian jualannya secara online,” katanya.
Dalam sehari, dia membeberkan bisa menjual minimal sepuluh produk hingga jumlah lusinan. Mayoritas pelanggannya adalah para pekerja kantor dan instansi-instansi tertentu. Dia pernah mendapat pesanan hingga tiga lusin hijab untuk seragam kantor di suatu instansi. (ewb/ida)