Pertumbuhan Capai 8 Persen

275
ANTUSIAS : Masyarakat berbondong bondong mengunjungi pameran elektronik HomeTech ke-43 karena harga lebih murah. (Sutristya/RADARSEMARANG.ID)
ANTUSIAS : Masyarakat berbondong bondong mengunjungi pameran elektronik HomeTech ke-43 karena harga lebih murah. (Sutristya/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menghadapi tahun politik 2019, permintaan elektronik tetap tinggi. Hal ini membuat para pelaku usaha di bidang industri elektronika memberikan tanggapan positif dengan melakukan ekspansi pasar dan melakukan investasi.

Beberapa investor merek elektronika Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok tetap yakin dan menanamkan modalnya, karena melihat kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang dinilai stabil menjelang pemilu 17 April mendatang. Bahkan meningkat rata-rata 8 persen per bulan.

Praktisi bisnis ritel elektronik yang juga Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto, mengatakan, industri elektronika akan tetap tumbuh dan berkembang. “Kami harus optimistis, di tengah hiruk pikuk perhelatan pesta demokrasi ada peluang besar yang diharapkan mampu mendongkrak omzet penjualan,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi dunia saat ini memang tidak lagi double digit. Namun rata-rata kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian di banyak negara masih berkisar 8 persen,” paparnya. Oleh karena, tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi ekonomi dan industri pada tahun 2019.

Sementara itu, kata Andy lebih lanjut, di era zaman now terjadi perubahan tren gaya hidup konsumen. Konsumen juga semakin sadar dan merencanakan masa depan dengan menabung dan investasi. Ini memberikan tantangan bagi peritel elektronik dan ponsel, seperti produk TV , ponsel dan perangkat rumah tangga berupa kulkas, mesin cuci, vacuum cleaner, dan AC.

Ketua harian penyelenggara pameran HomeTech 2019, Harwiyono yang ke-2 di tahun 2019 akan berlangsungg 27 Maret – 15 April 2019 di Area Parkir (Outdoor) dan Showroom Superstore Global Elektronik Jalan Pandanaran 102 dan Jalan MT Haryono 509A Semarang. Pameran diikuti merek-merek Samsung, Sharp, Midea, dan Coocaa, didukung 13 perbankan dan 7 perusahaan multifinance. (tya/zal)