Hindari Leptospirosis, Terbebas Penyakit Gagal Ginjal

77

SEMARANG-Hujan yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan genangan air dimana-mana. Kondisi tersebut harus diwaspadai masyarakat, kerap menjadi penyebab terjangkitnya penyakit ginjal kronik yaitu gagal ginjal akut.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUP dr Kariadi Semarang, dr Lestariningsih Sp.Pd KGH mengingatkan potensi masyarakat terjangkit leptospirosis akibat bakteri yang dibawa oleh urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri leptospira interrogans saat musim penghujan. Dan penyakit lepotospirosis ini dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

“Saat ini perlu adanya pencerahan, khususnya di daerah rawan banjir. Karena tikus bisa kencing dimana-mana. Bakteri leptospira interrogans yang ada di urine tikus dapat menyebar kemana-mana. Jika tidak menggunakan alas kaki, bakteri tersebut bisa fatal jika masuk ke tubuh manusa,” ujarnya ketika ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (24/3) kemarin.

Menurutnya, jika terkena penyakit ginjal kronik, pengobatannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perlu langkah preventif. Mengingat penyakit ginjal kronik ini telah dinyatakan oleh WHO sebagai masalah kesehatan serius di dunia.

“Penyakit Ginjal Kronik (PGK) atau orang biasanya menyebut gagal ginjal harus dihindari. Penyakit ini kerap diderita dalam waktu lama, bersifat menahun, progresif dan tidak bisa kembali ke kondisi semula,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut Indonesia Kidney Care Club (KICC) secara rutin mengadakan edukasi mengenai kesehatan ginjal setiap bulan. Hampir seluruh kota besar di Indonesia sudah pernah disambangi dengan harapan meningkatkan promotif, preventif dan premery health care bagi masyarakat mengenai PGK tersebut.

“Kami rutin memberikan seminar ke berbagai lokasi. Yang rutin memang di Jakarta, Solo dan Malang. Untuk perayaan Hari Ginjal Sedunia setiap 14 Maret, setiap tahunnya kami mengadakan seminar mengenai kesehatan ginjal. Tahun ini, di Semarang dihadiri 400 peserta baik dari pasien, pendamping dan perawat,” pungkas Renie Frisca, Perwakilan IKCC. (cr4/ida)