Bawa Konsep Kampung Pelangi di Tambakrejo

74

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Permasalahan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menjadi perhatian Pemkot Semarang. Mengingat masih banyak wilayah yang masyarakatnya melakukan BABS. Seperti di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, masih ada 300 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki jamban.

“Kemarin saya survei di Kelurahan Tambakrejo, masih ada kurang lebih 300 KK belum memiliki jamban. Itu yang ke depan akan kita bangun,” tegas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarnag, Ali Senin (25/3).

Pasalnya, BABS tersebut selain membuat kekumuhan juga menjadikan lingkungan kurang sehat. Pembangunan Kelurahan Tambakrejo tersebut akan dimulai dengan sebuah program pengentasan wilayah kumuh. Persoalan kawasan kumuh di dalamnya juga termasuk jambanisasi.

Konsep yang akan diterapkan untuk pembangunan wilayah tersebut hampir sama dengan Kampung Pelangi yang sudah dibangun Pemkot Semarang. “Rumah-rumah nanti mungkin akan dicat warna-warni, dan juga pavungnya,” tuturnya.

Hal yang menjadi pembeda dengan Kampung Pelangi nantinya yaitu adanya pusat oleh-oleh di Tambakrejo. Wilayah administratif Tambakrejo yang dilalui jalur utama Semarang Demak menjadi alasan pembangunan.

“Saya ingin membuat kelurahan tidak kumuh dan kelihatan moncer. Mulai dari sarana prasarana, RTLH, lampu, sanitasi, dan tanaman akan kita buat lebih bagus dan berwarna,” katanya. Hal itu juga harus didukung dengan adanya jamban di setiap KK.

Ali menambahkan, terkait pembangunan IPAL secara komunal di Tambakrejo juga dapat menjadi solusi minimnya jamban keluraga di tempat tersebut. Saat ini Pemkot Semarnag juga sudah membangun beberapa IPAL komunal di beberapa kelurahan. Tujuannya untuk menekan BABS. “Sosialisasi yang sudah dibangun yaitu IPAL komunal, yang dulu dari program USRI kita sosialisasikan supaya bangunan itu tidak mangkrak,” katanya.

Adanya IPAL komunal tersebut, ia mengimbau supaya masyarakat Kota Semarang tidak melakukan BABS lagi. “Tetapi juga dari masyarakat, supaya mereka bisa memahami gunannya IPAL komunal. Itu yang kami harapkan, sosialisasi tidak hanya berhenti di tahun ini saja, namun setiap tahun,” tandasnya. (ewb/zal)