Sulap Jembatan Jadi Wisata Pasar

114
WISATA MINGGU PAGI : Jembatan gantung di Desa Rejosari jadi wisata pasar dadakan yang ramai dikunjungi warga, Minggu (24/3). BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID,
WISATA MINGGU PAGI : Jembatan gantung di Desa Rejosari jadi wisata pasar dadakan yang ramai dikunjungi warga, Minggu (24/3). BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Jembatan gantung Sungai Blorong yang menghubungkan Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel dengan Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong, Minggu (24/3) ramai dipadati warga. Mereka berburu beraneka makanan dan jajanan di jembatan tersebut.

Pemerintah Desa Rejosari menjadikan jembatan yang baru diselesaikan sebagai pasar dadakan. Pasar dadakan ini menjadikan salah satu tempat wisata bagi warga desa Rejosari dan Kertomulyo maupun desa-desa sekitarnya.

Kepala Desa Rejosari, Komarudin mengatakan ide awal menjadikan jembatan gantung sebagai wisata pasar dilatarbelakangi banyaknya warga berkunjung ke jembatan tersebut setiap Minggu pagi. Rata-rata warga menghabiskan waktunya dengan nongkrong, berswafoto dengan latar belakang jembatan dan sungai. “Dari hal tersebut, kemudian kami berinisiatif menjadikan wisata dengan konsep pasar dadakan agar warga bisa menikmati sarapan dan jajanan tradisional,” tuturnya.

Disebut pasar dadakan, karena adanya hanya sepekan sekali pada hari Minggu dan waktunya hanya pagi hari. “Harapannya selain menambah ramai, pasar dadakan ini juga bisa mendongkrak perekonomian warga,” tambahnya. Para pengunjung yang datang ke jembatan tersebut juga dapat menikmati aneka hiburan alunan musik dangdut dan pop rock.

Pihaknya juga berencana membuat tempat wisata lainnya seperti pemancingan dan tempat swafoto lainnya di sekitar kawasan tersebut. “Hari ini kami melakukan peresmian pasar dadakan di kawasan jembatan ini, dengan diisi kegiatan jalan sehat yang hadiah adalah peralatan elektronik dan seekor kambing menjadi hadiah utama,” tuturnya.

Kehadiran pasar dadakan dan jembatan diakui warga sangat membantu. “Konsepnya menarik perhatian, karena desainnya unik. Jembatan ini hanya menggunakan satu tiang. Hadirnya jembatan gantung ini sangat bermanfaat bagi kami. Pasalnya di seberang sungai masih terdapat daerah kami. Kami pun dapat saling terhubung dengan warga lainnya,” Kata salah satu warga, Ngadri.

Hal senada dikatakan Ahmadi, pengunjung pasar dadakan. Ia memang tertarik berswafoto dengan latar jembatan tersebut untuk diunggah di media sosialnya. “Tadi habis olahraga lari pagi, kemudian mampir ke jembatan buat selfie. Habis itu bisa jajan deh karena banyak yang jualan,” ujarnya.

Camat Ngampel, Helyudin menuturkan, kegiatan jalan sehat dan peresmian pasar dadakan ini juga merupakan wujud syukur dari warga Desa Rejosari atas hadirnya jembatan gantung. Pasalnya selama ini warga yang hendak menyeberang Kaliblorong harus menggunakan jembatan yang terbuat dari bambu. (bud)