Sepakat Bikin Kampanye Damai

78
DEKLARASI DAMAI : Wabup Semarang Ngesti Nugraha menyaksikan penandatanganan deklarasi kampanye damai oleh perwakilan parpol.
DEKLARASI DAMAI : Wabup Semarang Ngesti Nugraha menyaksikan penandatanganan deklarasi kampanye damai oleh perwakilan parpol.

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Ratusan warga menyaksikan pembacaan deklarasi pelaksanaan kampanye rapat umum tertib dan damai yang digelar Komisi PemilihanUmum (KPU) Kabupaten Semarang di Alun-alun Ambarawa di Kelurahan Tambakboyo, Minggu (24/3) pagi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Ketua KPU Maskup Asyadi diikuti oleh 15 orang pimpinan partai politik peserta pemilu di Kabupaten Semarang dan tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Deklarasi itu memuat janji kesepakatan untuk melaksanakan kampanye rapat umum yang dengan tertib dan damai. Kampanye rapat umum sudah bisa dilaksanakan mulai 24 Maret-13 April. Sedangkan jadwal dan lokasi pelaksanaan kampanye rapat umum masing-masing partai politik telah disusun dan ditetapkan.

Ikut serta dalam pembacaan itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, perwakilan Forkompimda dan Bawaslu. Usai pembacaan deklarasi, ketua KPU , Forkompimda dan seluruh perwakilan partai politik serta tim kampanye paslon Presiden dan Wakil Presiden membubuhkan tanda tangan di lembar kesepakatan berukuran besar. “Kami harapkan seluruh tim kampanye baik paslon presiden–wakil presiden, calon perseorangan dan partai politik dapat melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Tetap menjaga keamanan dan ketertiban, prosedurnya ditempuh dengan cara-cara yang benar sehingga tidak timbul persoalan,” ujar Maskup.

Ngesti dalam sambutannya mengatakan deklarasi pelaksanaan kampanye damai itu diharapkan mengedukasi masyarakat tentang pelaksanaan pemilu yang damai, aman dan tetap menjaga situasi daerah yang kondusif. Ngesti juga berharap masyarakat tidak terjebak dalam situasi perpecahan yang merugikan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara anggota Bawaslu Sahrul Munir menegaskan akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait terutama kepolisian untuk menekan serendah mungkin potensi kerawanan. “Semua wilayah kita anggap ada potensi kerawanan saat kampanye rapat umum,” tegasnya. (sas/ton)