Darmaji dan Sri Utami, Pasutri Pemilik Warungasem.Com Bagi Makan Gratis setiap Jumat

Sebagai Bentuk Syukur sudah Diberikan Rezeki Melimpah

143
ANTRE: Ratusan warga mengantri untuk mendapatkan makan gratis di warung makan Warungasem.com, (Dokumen Pribadi)
ANTRE: Ratusan warga mengantri untuk mendapatkan makan gratis di warung makan Warungasem.com, (Dokumen Pribadi)

Siapa yang tidak tertarik dengan makan gratis? Hal itu menjadi tawaran menarik bagi setiap orang. Itulah yang melandasi Darmaji dan Sri Utami untuk memberikan makan gratis setiap Jumat bagi siapapun yang mampir di warung makannya. Bagaimana ceritanya?

Dewi Akmalah

SIAPA yang tidak suka makan gratis?  Apalagi dengan hidangan yang enak, bersih dan menggugah selera. Tentu banyak orang yang bersedia antri untuk mendapatkannya. Hal itulah yang terlihat di warung makan Warungasem.com di Jalan Raya Hassanudin No 1A, Plombokan, Semarang. Ratusan pengunjung datang untuk mendapatkan makanan gratis yang disediakan warung bercat hijau tersebut. Tua, muda, bahkan anak-anak turut antri dalam barisan menunggu giliran.

Darmaji dan Sri Utami, pasutri pemilik dari Warungasem.com mengaku setiap Jumat dirinya membagi sekitar 500 kotak nasi kepada pengunjung yang datang secara cuma-cuma. Setiap pukul 13.00 hingga 15.00, pengunjung bebas untuk datang dan mendapat makanan gratis.

“Khusus hari Jumat, warung makan kita liburkan. Sebagai gantinya kami membagikan makanan gratis bagi siapapun yang datang. Mulai warga sekitar, pengguna jalan yang mampir, para dhuafa, penggemudi online, tukang sapu jalan dan masih banyak lainnya,” ujar Darmaji, 50.

Sejak 11 Februari 2019, warung makan yang dulu bernama Warteg Bu Nanik ini rutin mengadakan pembagian makanan gratis setiap Jumat. Ketika ditanya alasan mengadakan kegiatan ini setiap minggunya, dirinya mengaku semata-mata untuk sedekah dan ibadah saja. Semua karena Allah SWT semata. Dia bersyukur dengan rezeki yang diberikan, sehingga berniat untuk membaginya dengan orang lain.

“Awalnya saya hanya menyediakan 100 porsi untuk dibagikan. Tapi pada waktu itu tidak habis karena mungkin banyak orang yang belum tahu. Sekarang, sebelum jam 13.00 pun sudah banyak pengunjung yang datang dan antri di depan warung,” lanjutnya.

Darmaji dan Sri Utami pemilik rumah makan Warungasem.com. (Dokumen Pribadi)
Darmaji dan Sri Utami pemilik rumah makan Warungasem.com. (Dokumen Pribadi)

Menu yang dibagikan setiap Jumat pun selalu berbeda. Menu sop telur, sayur asem, pindang pedho, bandeng presto pernah dicoba. Untuk kemasannya pada awalnya menggunakan sistem prasmanan. Tapi hal itu dianggap kurang efektif mengingat pengunjung selalu mengambil berlebih. Hal itulah yang membuat Darmaji akhirnya memutuskan untuk menggunakan boks atau sterofoan dalam membagikan makanan.

“Kalau pakai sistem prasmanan banyak yang nakal. Porsi yang seharusnya untuk 2 orang, tapi diambil untuk satu orang. Selain itu, juga capek mencuci piringnya. Jadi ya sekarang menggunakan boks, lebih praktis. Ada syarat untuk mendapat makanan gratis yaitu datang langsung ke lokasi dan tidak boleh diwakilkan. Hal itu dilakuan untuk menghindari pengunjung yang datang tidak kebagian,” ujar Sri Utami, 50.

Selain membagikan makanan gratis, Warungasem.com juga rutin mengadakan Pengajian Quran setiap Jumat malam habis isya’. Dan setiap anggota majelis yang hadir mereka mendapat busana muslim dan muslimah, jajan pasar dan uang bensin 2 liter secara gratis. Ada juga pelatihan bahasa secara gratis untuk 10.000 anak yatim/piatu dan dhuafa berpendidikan SD hingga SMA  yang bekerja sama dengan RG International Institute setiap Jumat dan Minggu pukul 15.00- 17.00.

“Ada lima bahasa yang diajarkan, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia Jurnalistik. Kami juga ada program dengan hadiah umrah. Setiap pembelian kelipatan Rp 25.000 akan mendapat 1 kupon undian umrah dan berlaku kelipatannya. Nantinya akan diundi saat ulang tahun pertama tanggal 11 Februari 2020,” lanjutnya.

Setiap harinya Warungasem.Com menjual berbagai makanan ramesan seperti bayem, nasi mangut, tempe dan tahu goreng, dan masih banyak lainnya. Tapi yang menjadi andalan memang garang asem. Ada varian garang asem, yaitu jeroan, ayam pejantan, ayam betina dan daging. Yang membedakan dengan yang lain adalah garang asem tersebut dibuat tidak terlalu pedas, sehingga cocok dinikmati bagi masyarakat.

“Pelanggannya biasanya pekerja dan mahasiswa. Setiap hari mulai buka jam 08.00 pagi. Kalau tutupnya tidak tentu. Paling lambat jam 21.00 malam. Tapi biasanya setelah magrib sudah habis, jadi ya langsung tutup. Tapi seandainya tidak habis nanti dibawa pulang dan dibagikan ke tetanggga sekitar,” ujar Sri.

Sri mengaku dalam mengolala bisnisnya dia dibantu oleh sanak keluarganya. Dia dibantu adiknya memasak bergantian untuk warung tersebut. Dia merasa jika memberdayakan keluarga dulu itu lebih penting daripada mempekerjakan orang lain. Jadi, keluarga harus sejahtera dulu baru mencari orang lain untuk bekerja.

Harapan Darmaji dan Sri Utami ke depan adalah agar bisnis mereka dapat berjalan lancar, sehingga mereka dapat terus berbagi dengan sesama. Karena mereka merasa rezeki yang dimiliki sebagian adalah milik orang lain. Praktis,  keduanya akan terus berusaha untuk memperbanyak jumlah makanan yang nantinya diberikan kepada orang lain.

“Semua niatnya Lillahita’ala. Cuma buat ibadah dan berbagi saja. Semoga yang kami lakukan terus berjalan, bermanfaat dan lancar. Karena kami percaya niat baik pasti akan mendapat perlindungan dalam pelaksanaannya,”pungkas Darmaji.  (*/aro)