Investasikan Rp 1 Triliun Bangun Pabrik di KIK

139
GROUND BREAKING - Bupati Kendal dr Mirna Annisa bersama Direktur PT MGB melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik fiber optik di KIK. (IST)

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG – Memenuhi kebutuhan kabel fiber optik PT Maju Bersama Gemilang (MBG) yang menginvestasikan dananya hingga Rp 1 triliun untuk pembangunan pabrik di Kawasan Industri Kendal (KIK). Pembangunan pabrik ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke berbagai negara.

“Investasi Rp 1 triliun ini termasuk bangunan dan tanah,” jelas Presiden Direktur PT MBG, Frank Wu di sela-sela peletakan batu pertama di kawasan KIK, kemarin.

Ditambahkan Frank Wu, pembangunan pabrik fiber optik dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus meningkatkan komponen lokal dalam negeri. Pabrik fiber optik ini nantinya akan menghadirkan teknologi terbaru untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun ekspor.

Menurutnya, pembangunan pabrik ini menggunakan struktur permodalan lokal, serta menggandeng pihak asing yang telah perpengalaman. “Kerja sama dengan pihak asing ini diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan pada tenaga kerja lokal,”ungkap Frank Wu.

Secara terpisah Direktur PT MBG Akmal Fauzi menambahkan, lokasi pabrik di Kawasan Industri Kendal menempati lahan seluas 6 hektare. Untuk proses pembangunanmya dilakukan secara bertahap. Dan diperkirakan akan selesai di akhir tahun 2019 untuk tahap pertama dan dalam jangka waktu 4 tahun ke depan dapat terselesaikan penuh. “Pabrik ini nantinya bakal menyerap tenaga kerja mencapai sekitar 600 orang,” tambahnya.

Adapun kapasitas produksi pabrik PT MBG ini dapat mencapai 10.5 M fKm/tahun. Sedangkan fiber optic cables land dapat mencapai 6.0 M fKm/tahun. Fiber optic cable submarine dapat mencapai 10,000 km dan optical distribution network dapat mencapai 4.0 M USD/tahun,” imbuhnya.

Dijelaskan saat ini kebutuhan kabel fiber optik 40-50 persen masih impor, sehingga peluang besar bagi industri lokal dan PT M memilih Kendal karena letaknya yang strategis dekat dengan jalan tol dan pelabuhan. Sedangkan kapasitas produksi saat ini di Indonesia berdasarkan data dari dinas perindustrian baru mencapai 9 juta fiber kilometer per tahun.

“Apalagi bila teknologi 5G sudah masuk ke Indonesia pasti permintaan kabel fiber optik akan meningkat hingga 16 kali lipat,”tambah Akmal. Sedangkan untuk rencana ekspor, produksi kabel fiber optik juga akan diekspor ke negara Afrika, Asia Tenggara dan Amerika Latin seperti di Brasil dan Chili. Ekspor ditargetkan sekitar 20 persen.

Berdasarkan kapasitas produksi yang dihasilkan, lanjutnya, PT MBG akan menjadi pabrik fiber optic cable system terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan pabrik di Kendal ini juga diharapkan dapat memberikan penghematan devisa yang cukup banyak bagi negara, serta mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya submarine cable.

Sementara itu Bupati Kendal dr Mirna berharap dari 600 tenaga kerja yang akan direkrut 70 persen biasa diambil dari penduduk Kendal. Adanya penyerapan tenaga kerja ini diharapkan angka kemiskinan di Kendal dapat terus berkurang, meski saat ini sudah mencapai persen dari sebelumnya yang mencapai 13 persen. “Soal investasi yang masuk, saya belum bisa memberikan keterangan secara rinci, namun sampai saat ini sudah ada 60 tenan di KIK,” ujar Mirna. (tya/lis)